Cari 20 Korban Lagi, Operasi SAR Cisarua Diperpanjang
Bandung :;Total 60 kantong jenazah dievakuasi, petugas berpacu dengan waktu di medan longsor.
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima kantong jenazah tambahan pada hari ketujuh operasi pencarian pascabencana tanah longsor yang menerjang Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa dengan penemuan terbaru ini, total jenazah yang telah dievakuasi sejak hari pertama mencapai 60 kantong.
"Alhamdulillah, kondisi cuaca dari pagi hingga sore sangat mendukung operasi SAR hari ini, sehingga kami bisa mengevakuasi lima body pack tambahan," ujar Syafii dalam keterangannya yang dikutip laman BPBD Jawa Barat Sabtu 31 Januari 2026.
Meski demikian, pencarian masih jauh dari kata usai. Berdasarkan pembaruan data dari Search Management Cell (SMC) dan tim DVI Polri, jumlah warga yang dilaporkan hilang melonjak menjadi 158 orang dari 35 kepala keluarga, jauh di atas laporan awal yang menyebutkan 113 korban.
Hingga saat ini, masih ada 20 korban yang dinyatakan hilang dan menjadi prioritas pencarian.
Perpanjangan Masa Tanggap Darurat
![]() |
| (Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (Tiga dari kanan) didampingi Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail di Cisarua, Bandung Barat, (Foto: Basarnas)) |
Mengingat masih banyaknya korban yang belum ditemukan, otoritas terkait memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR selama tujuh hari ke depan. Keputusan ini selaras dengan penetapan status tanggap darurat selama 14 hari oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
"Operasi akan terus berlanjut selama masih ada harapan untuk menemukan korban. Kami memohon doa agar cuaca tetap bersahabat sehingga sisa korban dapat segera ditemukan," tambah Syafii.
Untuk mendukung kelancaran di medan yang berat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menerapkan teknologi modifikasi cuaca guna meminimalkan intensitas hujan di zona pencarian.
Dukungan Anggaran dan Identifikasi
Di sisi lain, proses identifikasi terus berjalan secara paralel. Tim DVI Polri melaporkan bahwa 44 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Guna mendukung seluruh aspek penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah mengalokasikan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp7,3 miliar.
Ade Zakir, selaku Incident Commander (IC) bencana longsor Pasirlangu, menjelaskan bahwa dana tersebut dialokasikan untuk tiga sektor utama: kesehatan, logistik sosial, dan penanggulangan kebencanaan melalui BPBD.
"Masa darurat dan alokasi anggaran ini akan terus kami evaluasi secara berkala sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan," pungkas Ade.(*)

