Pilu di Pasirlangu, Asa Adria Menunggu Pencarian 10 Keluarganya
Bandung : Sudah tiga hari suara ambulans bersahut-sahutan memecah sunyi Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Hingga Senin, 26 Januari 2026, kawasan yang dilanda bencana longsor itu masih dipenuhi posko darurat.
Sejumlah warga masih setia menunggu kabar dari tim SAR Gabungan. Di antara mereka, Adria (30) berdiri dengan wajah lelah dan mata sembab.
Sejak bencana terjadi, ia tak beranjak jauh dari lokasi. Harap dan cemas bercampur, menanti kepastian tentang anggota keluarganya yang tertimbun material longsor.
Ada 13 orang dari keluarga besar Adria yang menjadi korban. Hingga hari ketiga pencarian, tiga di antaranya telah ditemukan, sementara sepuluh lainnya masih dinyatakan hilang.
“Yang hilang dari keluarga besar ada uwak saya, suami istri, kakak sepupu. Kebanyakan sepupu,” ujar Adria pelan di Pos DVI Polda Jawa Barat, Senin, 26 Januari 2026.
Uwaknya menjadi anggota keluarga pertama yang ditemukan. Tak lama berselang, satu anggota keluarga lain menyusul, kemudian kakak sepupunya.
Adria mengaku tidak mengetahui secara rinci proses penemuan tersebut. Ia hanya menerima kabar duka saat identifikasi dilakukan.
“Saya juga kurang tahu ketemunya bagaimana, tiba-tiba sudah diidentifikasi dan mau dimandikan. Keluarga dipanggil, pas dicek ternyata benar adik sepupu saya,” katanya, lirih.
Rumah Adria berada di bagian paling ujung permukiman. Lokasi itu justru menjadi titik pertama yang terdampak saat longsor menerjang.
Material tanah dan bebatuan turun tanpa ampun, menyapu rumah-rumah di bawah lereng. “Kalau bisa dibilang, rumah kami itu paling ujung," ucapnya.
"Jadi paling pertama kena. Keluarga yang sudah ditemukan dua dimakamkan di hari pertama, satu lagi kemarin, masih menunggu,” katanya, dengan suara parau.
Bencana longsor di Kampung Pasirkuning terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari. Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat, 23 Januari 2026 malam membuat lereng di kaki Gunung Burangrang tak mampu menahan beban air.
Tanah pun runtuh. Bahkan, menimbun pemukiman warga yang berada di bawahnya.
Hingga kini, proses pencarian korban masih terus dilakukan. Di tengah deru alat berat dan langkah tim penyelamat, warga hanya bisa berharap satu per satu kabar kepastian datang meski tak selalu membawa kelegaan.(*)

