Akibat Kebanjiran Mendera,Warga Bekasi Minta Tolong KDM
Bekasi : Ratusan warga Perumahan Grand Lavender, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, terpaksa mengungsi akibat banjir parah dan berharap perhatian Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi, yang akrab disapa “Bapak Aing”. Banjir merendam kawasan permukiman hingga setinggi leher orang dewasa, Sabtu, 24 Januari 2026.
![]() |
| Suasana perumahan Grand Lavender di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sepi ditinggal penghuni akibat dilanda banjir parah, Sabtu 24 Januari 2026 (foto) |
Sekitar 300 kepala keluarga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang disediakan pihak pengembang. Genangan air yang belum surut membuat perumahan tersebut tampak kosong dan tanpa aktivitas warga.
Wakil Ketua RW 01 Perumahan Grand Lavender, Farel Panggabean mengatakan, seluruh warga saat ini berada di tempat pengungsian berupa rumah cluster milik pengembang. Setiap unit rumah ditempati beberapa keluarga terdampak banjir.
“Warga semua di pengungsian. Pengembang menyediakan rumah cluster, satu rumah diisi sekitar empat kepala keluarga,” kata Farel saat diwawancarai RRI.
Ia menjelaskan, banjir mulai terjadi sejak Jumat, 23 Januari 2026, dan hingga Sabtu belum menunjukkan tanda-tanda surut. Penyebab banjir diduga kuat akibat jebolnya tanggul saluran Kali Unit yang berada di sekitar kawasan perumahan.
Menurut Farel, banjir bukan kali pertama melanda wilayah tersebut. Sejak 2022, warga telah mengalami banjir sebanyak tujuh kali, namun kejadian kali ini menjadi yang terparah.
“Kalau banjir sudah sering. Tapi, kali ini paling parah dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Diharapkan, adanya penanganan serius dari pihak pengembang dan pemerintah, khususnya perbaikan tanggul serta sistem drainase agar banjir tidak terus berulang. Upaya perbaikan yang dilakukan sebelumnya dinilai belum maksimal.
“Kami minta pengembang dan pemerintah turun tangan. Segera memperbaiki tanggul dan irigasi dengan kualitas yang lebih baik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Farel juga menyampaikan harapan langsung kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pria yang ldikenal dengan sebutan Bapak Aing itu diminta membantu menyelesaikan persoalan banjir yang kerap melanda permukiman mereka.
“Kepada Bapak Aing, Pak Dedi Mulyadi, kami mohon perhatian. Membantu agar warga tidak lagi kebanjiran,” ucapnya.
Ia menambahkan, warga sebelumnya telah mengajukan petisi kepada pihak pengembang. Namun, tindak lanjut yang dilakukan belum mampu menyelesaikan masalah banjir secara menyeluruh.
Selain Perumahan Grand Lavender, banjir juga melanda sejumlah kawasan lain di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, seperti Sukamakmur Regency dan Nebraska. Ketinggian air di wilayah tersebut bervariasi, mulai dari setinggi paha hingga leher orang dewasa.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di pengungsian. Hal itu dilakukan sambil menunggu air surut dan langkah penanganan lanjutan dari pihak terkait.(*)

