Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Mantra di Balik Sepak Bola: Kisah Aksi Dukun Hebohkan Piala Dunia Sepanjang Masa

Jakarta:;Pesta sepak bola Piala Dunia bukan hanya panggung adu strategi, fisik, dan taktik. Di balik sorak-sorai stadion, ada sisi lain yang jarang tersorot: dunia mistik.
Foto ilustrasi

Sejak lama, ritual klenik dan aksi dukun dari berbagai belahan dunia ikut meramaikan pesta sepak bola empat tahunan ini. Kendati tak pernah terbukti secara ilmiah, kisah-kisah mereka selalu menyedot perhatian publik dan menjadi bumbu unik dalam sejarah Piala Dunia. Bagaimana dengan Piala Dunia 2026?

Pada Piala Dunia 2022, Sukses Argentina menjadi juara dunia juga tidak lepas dari gosip aksi dukun. The New York Times bahkan menulis dari luar lapangan itu adalah aksi brujas atau dukun atau penyihir perempuan Argentina. 

Mereka bersatu melindungi Lionel Messi dkk. Mereka berkumpul dalam kelompok La Brujineta atau Asosiasi Dukun atau Penyihir Perempuan Argentina. Bruja berarti penyihir perempuan dan La Scaloneta adalah julukan lain julukan timnas Argentina. Yang mereka lakukan adalah membakar daun salam. Bukan daun salam biasa, tetapi daun salam dengan tulisan prediksi skor.

Pekerjaannya menjaga para pemain Argentina secara jarak jauh itu, bukan berarti tidak ada berisiko. Mereka harus menanggung sakit kepala, muntah, dan nyeri otot. Tetapi, justru itu berarti mereka berhasil mengusir energi negatif dari Messi dan timnas Argentina. Mereka percaya kerja keras mereka terbayarkan, Messi dan timnas Argentina sukses menjadi juara dunia.

Kisah dukun di Piala Dunia sebenarnya sudah ada sejak lama. Jauh sebelum abad ke-21, Timnas Peru mencoba jalur spiritual. Dua dukun lokal, Augusto dan Ramon Canales, dibawa untuk memberi kekuatan gaib di Piala Dunia 1982. Harapannya, mantra mereka bisa mengangkat performa tim. Namun, kenyataan berkata lain: Peru justru menjadi juru kunci grup tanpa satu pun kemenangan, bahkan dibantai Polandia 1-5.

Pada Piala Dunia 2010, seorang dukun di Afrika Selatan menyarankan agar seekor sapi disembelih di Stadion Soccer City, Johannesburg. Ritual itu diyakini bisa mengusir bala dan memberi energi pada Bafana-Bafana. Entah dijalankan atau tidak, hasilnya tetap pahit: Afrika Selatan terhenti di fase grup, meski sempat mencuri simpati publik sebagai tuan rumah.

Di Piala Dunia 2014, Nana Kwanu Bosam, dukun asal Gana, mencuat. Ia mengklaim diri sebagai penyebab cedera Cristiano Ronaldo. Dengan ritual bernama Kahwiri Kapam, ia menggunakan empat ekor anjing untuk “mengunci” kondisi sang megabintang Portugal. Bosam bahkan sesumbar bahwa cedera Ronaldo tak akan bisa dijelaskan secara medis. Meski klaimnya sulit dipercaya, cerita ini sempat menghebohkan media internasional.

Di tahun yang sama, dukun tuan rumah Brasil, Marcia Fernandes, tampil di festival misteri Sao Paulo. Di hadapan ribuan orang, ia meramalkan Jerman akan keluar sebagai juara dunia. Ramalan itu terbukti tepat ketika Die Mannschaft mengangkat trofi setelah menghancurkan Brasil 7-1 di semifinal dan menundukkan Argentina di final.

Tidak semua aksi dukun berkonotasi negatif. Seorang paranormal Peru justru memberi “berkat” pada Piala Dunia 2014. Ia berharap Neymar, Ronaldo, dan Messi tampil gemilang. Ritualnya unik: membacakan mantra di depan foto ketiga pemain, lalu mengembuskan asap cerutu ke boneka yang mengenakan jersey tim masing-masing.

Dari Peru hingga Brasil, dari Afrika hingga Gana, kisah dukun di Piala Dunia menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga. Ia adalah fenomena budaya global yang menyentuh segala aspek kehidupan, termasuk dunia mistik. Entah dipercaya atau tidak, cerita-cerita ini menambah warna dalam sejarah Piala Dunia. Ini seolah membuktikan bahwa di balik bola bundar, ada dunia gaib yang ikut “bermain”.(*)

Hide Ads Show Ads