Jadi Venue 8 Laga, Walikota Atlanta Dorong UMKM Selama Piala Dunia 2026
Amerika Serikat: Kota Atlanta dipastikan menjadi salah satu pusat utama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dengan status sebagai venue delapan pertandingan yang akan digelar di Mercedes Benz Stadium.
Menjelang ajang Piala Dunia 2026 Walikota Atlanta, Andre Dickens, mendorong keterlibatan aktif Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar dapat merasakan langsung dampak ekonomi dari kehadiran ratusan ribu pengunjung selama ajang tersebut.
Pemerintah kota bersama Invest Atlanta menyiapkan sejumlah program dukungan bagi UMKM yang beroperasi di kawasan pusat kota dan area sekitar stadion guna meningkatkan kesiapan usaha menghadapi lonjakan aktivitas ekonomi.
Salah satu program utama adalah Showcase Atlanta Marketing Grant yang memberikan hibah hingga 5.000 dolar AS atau sekitar 84 juta rupiah bagi pelaku UMKM untuk memperkuat promosi dan daya tarik usaha selama Piala Dunia 2026.
Selain hibah, pemerintah kota juga menghadirkan Business Readiness Loan Fund dengan skema pinjaman antara 5.000 hingga 15.000 dolar AS atau setara 84-252 juta rupiah guna membantu UMKM melakukan penguatan operasional.
Walikota Andre Dickens menegaskan bahwa penyelenggaraan delapan laga Piala Dunia 2026 di Atlanta harus memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat setempat.
Program Youth Entrepreneurship Accelerator turut diluncurkan untuk memberi ruang bagi wirausahawan muda agar dapat berpartisipasi sebagai vendor resmi dalam berbagai agenda pendukung Piala Dunia 2026.
Langkah ini dinilai penting agar dampak ekonomi Piala Dunia tidak hanya dinikmati sektor besar tetapi juga menyentuh UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi kota Atlanta.
Dengan persiapan matang dan dukungan regulatif dari pemerintah kota, UMKM Atlanta diharapkan mampu memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 untuk memperluas pasar dan meningkatkan keberlanjutan usaha.
Piala Dunia 2026 pun dipandang bukan sekadar ajang olahraga global, tetapi juga peluang strategis bagi Atlanta untuk menunjukkan kekuatan ekonomi lokal berbasis UMKM.(*)
