Budaya Berbagi Saat Ramadan Lewat Tradisi Meugang
Jakarta : Meugang adalah tradisi masyarakat Aceh menyambut Bulan Suci Ramadan dengan menyembelih dan memasak daging bersama keluarga. Tradisi ini biasanya berlangsung satu atau dua hari sebelum Ramadan dan melibatkan konsumsi daging bersama sanak keluarga.
Dalam bahasa Aceh, Meugang berarti makan besar bersama keluarga dan kerabat sebelum memasuki waktu puasa. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman Kerajaan Aceh dan dipandang sebagai bagian budaya lokal yang kuat.
Menurut sejarahnya, Meugang sudah ada sejak masa Sultan Iskandar Muda pada abad ke-17, ketika pemotongan hewan dilakukan sebagai bentuk rasa syukur. Pada masa itu, daging hasil sembelihan juga dibagikan kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial.
Selain menyembelih dan memasak daging, aktivitas Meugang juga melibatkan banyak warga yang berbondong-bondong ke pasar untuk membeli kebutuhan bahan makanan. Permintaan daging sapi, kerbau, atau kambing meningkat signifikan menjelang tradisi Meugang, bahkan memengaruhi harga pasar.
Tradisi ini tidak hanya menjadi acara kuliner, tetapi juga momen penting mempererat tali silaturahmi antarwarga dan antaranggota keluarga. Banyak warga perantauan pulang kampung agar dapat berkumpul bersama orang tua dan sanak saudara saat Meugang berlangsung.
Meugang mengandung nilai sosial luhur, yaitu saling berbagi dan memperhatikan sesama, termasuk mereka yang kurang mampu. Pada hari tradisi itu, rumah-rumah sering dipenuhi lauk pauk berbasis daging yang kemudian dinikmati bersama.
Meugang juga mencerminkan kekayaan budaya Aceh yang tetap dipertahankan meskipun zaman berubah dan masyarakat semakin berkembang. Tradisi ini menjadi bagian identitas masyarakat Aceh yang khas tanpa mengurangi nilai rasa syukur menyambut Ramadan.
Meski awalnya tradisi istimewa ini identik dengan perayaan besar, kini Meugang terus dilestarikan di berbagai komunitas di seluruh Provinsi Aceh. Acara ini dipercaya semakin memperkuat nilai kebudayaan dan jiwa kebersamaan masyarakat setempat.(*)
