Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Peneliti BRIN Usulkan Teknologi Hemat Air untuk Tekan Dampak Lingkungan Data Center di Jabar

BANDUNG -Dampak penggunaan air pada pembangunan pusat data (data center) dinilai perlu dikaji secara mendalam melalui pilihan teknologi dan skema pengelolaan yang tepat.

Peneliti BRIN Usulkan Teknologi Hemat Air untuk Tekan Dampak Lingkungan Data Center di Jabar

Hal tersebut disampaikan oleh Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam diskusi terkait rencana pembangunan data center di Jawa Barat.

Menurutnya, pembahasan mengenai sistem pendinginan data center perlu dilakukan secara terperinci sebelum proyek mulai beroperasi, mengingat data center dikenal sebagai fasilitas yang membutuhkan konsumsi air dan energi dalam jumlah besar untuk menjaga suhu server tetap stabil.

Dalam diskusi yang juga melibatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sejumlah pendekatan teknologi disebut dapat dikaji sebagai langkah mitigasi.

Di antaranya adalah penggunaan sistem pendinginan tertutup (closed-loop) dan sistem evaporatif. Kedua sistem tersebut dinilai lebih efisien dalam penggunaan air dibandingkan sistem pendinginan konvensional terbuka.

Selain itu, penggunaan air hasil pemulihan atau air olahan (reclaimed water) juga menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan.

"Setiap pilihan harus dilengkapi data mengenai konsumsi air, kebutuhan energi, serta potensi dampak lingkungannya. Dengan begitu, rekomendasi yang disusun dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih terukur," ujar peneliti BRIN tersebut.

Ia menekankan bahwa kajian teknis yang komprehensif sangat penting agar pembangunan data center tidak menimbulkan dampak negatif bagi ketersediaan air bersih untuk masyarakat sekitar, terutama di wilayah yang rawan krisis air.

Pendekatan berbasis data ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun regulasi dan memberikan izin pembangunan data center yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Hingga saat ini, pembahasan mengenai teknologi hemat air untuk data center masih terus dikaji oleh BRIN bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.(*)

Hide Ads Show Ads