Kebakaran Hebat Gudang Limbah Plastik di Desa Bengle Majalaya Karawang Belum Padam — Bupati Aep Syaepuloh Desak PJT II & BBWS Evaluasi Pemanfaatan Lahan Bantaran
Karawang : Kebakaran hebat yang melanda gudang limbah plastik di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, hingga kini masih menyisakan kobaran api yang sulit dipadamkan sepenuhnya.
![]() |
| Kebakaran Hebat Gudang Limbah Plastik di Desa Bengle Majalaya Karawang Belum Padam — Bupati Aep Syaepuloh Desak PJT II & BBWS Evaluasi Pemanfaatan Lahan Bantaran |
Insiden yang memicu kekhawatiran warga sekitar kawasan padat penduduk tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Karawang.
Menanggapi insiden tersebut, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, mendesak Perum Jasa Tirta (PJT) II bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera mengevaluasi pemanfaatan lahan di wilayah kewenangan mereka.
Bupati Aep menyatakan bahwa dirinya telah berkoordinasi langsung dengan pihak pengelola agar pengawasan terhadap aset-aset wilayah perairan dan bantaran lebih diperketat.
"Nah, saya juga kemarin langsung saya tanya sama BBWS, termasuk juga PJT 2, agar sekarang mulai mereka itu mengaktifkan ya wilayah-wilayah mereka yang memang menjadikan kekhawatiran lah buat kami tentunya," ujar Aep saat ditemui di lokasi kebakaran, Senin (20/10/2026).
Ia bersyukur insiden kebakaran tersebut tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap permukiman warga, meskipun lokasinya berada di sekitar kawasan padat penduduk.
"Untung kemarin pas kebakar cuma hanya itu saja gitu kan. Tapi walaupun di situ ada rumah penduduk sebenarnya," tambahnya.
Terkait status lahan gudang limbah yang terbakar, Aep menegaskan bahwa area tersebut merupakan kewenangan PJT II. Pemerintah daerah telah meminta agar program normalisasi maupun penataan kawasan bantaran dapat segera direalisasikan.
"Sudah, sudah saya sampaikan sama PJT 2 karena itu kan lahannya lahan PJT 2 ya. Dan memang rencana tahun depan itu kata PJT 2 akan ada, termasuk akan ada normalisasi, ada penataan yang ada di wilayah antaran-bantaran itu," jelas Aep.
Meski penataan kawasan tersebut merupakan ranah dari instansi terkait, pihaknya sebagai kepala daerah terus mendorong adanya langkah preventif yang nyata agar kejadian serupa tidak terulang.
"Tapi kan itu kan kewenangannya kewenangan PJT 2. Saya hanya sebagai Bupati, saya hanya menyampaikan. Tapi PJT 2 menyampaikan, insya Allah besok-besok nih, kalau nggak salah hari Rabu, pimpinan PJT 2 ngadep saya," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim pemadam kebakaran bersama aparat gabungan masih terus berjibaku di lokasi guna melakukan pendinginan menyeluruh di tengah tantangan material plastik yang mudah terbakar dan asap tebal.(*)
