Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Elektabilitas 42 Persen, Dedi Mulyadi Disebut Bisa Ramaikan Bursa Capres 2029

JAKARTA, BERITA PELITA KARAWANG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM dinilai memiliki peluang untuk meramaikan kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Tingginya elektabilitas serta rekam jejak perjalanan politiknya disebut menjadi modal untuk melangkah ke panggung politik nasional.

KETERANGAN FOTO:*

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). Elektabilitas KDM 42 persen di survei Tempo Data Science dinilai jadi modal politik menuju Pilpres 2029. (Foto: Istimewa)

Penilaian tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah. Ia menilai tidak ada hambatan politik yang secara mutlak menghalangi KDM untuk memperluas langkah politiknya menuju kontestasi yang lebih besar.

“Secara politik mungkin saja (lepas dari Prabowo), KDM sejauh ini menunjukkan sikap mendahulukan kepentingan politik individu dibandingkan soal loyalitas,” kata Dedi Kurnia Syah saat dihubungi Suara.com, Rabu (30/9/2026).

Ia juga menyoroti perjalanan politik KDM bersama Partai Golkar. Menurutnya, keputusan KDM meninggalkan partai tersebut ketika peluang kekuasaan tidak diperoleh menjadi salah satu catatan dalam membaca arah dan pola politiknya.

“Kebersamaan KDM dengan Golkar tidak dapat disebut sebentar. Faktanya, ia tetap meninggalkan Golkar saat potensi kekuasaan tidak diberikan oleh Golkar. Itu sudah cukup menggambarkan pola sikap politik KDM,” ujarnya.

Dedi Kurnia Syah menilai pola serupa berpotensi terjadi apabila peluang KDM untuk mengikuti kontestasi politik nasional semakin terbuka. Menurutnya, kepentingan politik yang lebih besar dapat memengaruhi hubungan KDM dengan kekuatan politik yang saat ini menaunginya.

“Jika potensi KDM merambah ke kontestasi lebih besar, bukan tidak mungkin Prabowo Subianto juga akan ditinggalkan KDM demi mewujudkan hasrat personal KDM yang lebih besar juga,” tuturnya.

Nama Dedi Mulyadi memang semakin banyak diperbincangkan dalam bursa kandidat Pilpres 2029. Salah satu yang menjadi sorotan adalah hasil survei Tempo Data Science terhadap 1.260 responden di 38 provinsi pada 31 Juli–11 Agustus 2026.

Dalam survei tersebut, KDM memperoleh elektabilitas sebesar 41 persen dalam simulasi terbuka dan 42 persen dalam simulasi dengan daftar nama. Angka tersebut menempatkan KDM sebagai salah satu tokoh dengan elektabilitas tertinggi untuk Pilpres 2029.

Selain peluang maju sebagai calon presiden, Dedi Kurnia Syah juga menilai kemungkinan pasangan Dedi Mulyadi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap terbuka secara politik.

Namun, menurutnya, peluang tersebut bergantung pada dukungan partai politik yang memenuhi persyaratan untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Tidak ada halangan jika memang KDM berpasangan dengan Gibran, sepanjang mendapatkan dukungan politik dari parpol yang memenuhi syarat sebagai pengusung,” tandasnya.

Sumber:Suara.com

Hide Ads Show Ads