Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

IHSG Turun 4,31% ke 4.961,87 pada 19 Oktober 2026, Pemerintah Siapkan Ratas KSSK Pekan Ini: Dipicu Wacana MSCI Re-klasifikasi Jadi Standalone Market

Jakarta :  Pemerintah Indonesia tengah bersiap memanggil Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menggelar rapat terbatas pekan ini menyusul penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Senin, 19 Oktober 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Langkah tanggap darurat tersebut diambil setelah pasar saham domestik terkoreksi hingga 4,31 persen ke level 4.961,87 pada sesi pembukaan.

Angka ini mencatatkan penurunan sebesar 223 poin dari posisi penutupan sebelumnya di level 5.863,78. Tekanan ekstrem ini terjadi seiring menguatnya ketidakpastian pasar atas evaluasi lembaga pemeringkat global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa otoritas pemerintah terus memantau dinamika pergerakan modal secara cermat dan menyiapkan langkah-langkah responsif.

“Pemerintah terus mencermati perkembangan situasi. Kami dijadwalkan menggelar koordinasi bersama KSSK dalam waktu dekat pekan ini,” ujar Airlangga pada keterangan resminya, Senin, 19 Oktober 2026.

Gejolak pada lantai bursa dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada akhir pekan lalu. Lembaga penyedia indeks global tersebut mengutarakan wacana untuk mengkaji ulang status pasar saham Indonesia dari emerging markets menjadi kategori pasar berdiri sendiri (standalone market). Wacana reklasifikasi tersebut langsung memicu aksi lepas saham secara masif oleh investor.

Menanggapi penilaian tersebut, Airlangga menegaskan adanya kesenjangan antara persepsi lembaga pemeringkat independen dengan kondisi riil perekonomian nasional.

Menurutnya, pembaruan regulasi berbasis bukti yang telah dijalankan pemerintah sejauh ini menunjukkan ketahanan ekonomi domestik yang tetap solid.

“Reformasi berbasis bukti yang telah kita terapkan merupakan landasan utama stabilitas nasional. Penilaian yang dikeluarkan MSCI sejatinya tidak mencerminkan fundamental ekonomi kita yang berada dalam kondisi kokoh,” tegasnya.(*)

Hide Ads Show Ads