Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Balita Korban Penganiayaan di Kotabaru Karawang M-A-M (3) Bisa Pulang 16 Oktober 2026 - Setelah Bantuan Bupati dan Polresta Karawang

Karawang:  M-A-M (3), balita korban dugaan penganiayaan berat* yang sempat tertahan di rumah sakit akibat kendala biaya medis belasan juta rupiah, akhirnya bisa bernapas lega dan pulang ke rumah pada Jumat malam, 16 Oktober 2026.

Balita Korban Penganiayaan di Kotabaru Karawang M-A-M (3) Bisa Pulang 16 Oktober 2026 - Setelah Bantuan Bupati dan Polresta Karawang

Kepulangan korban ini terwujud setelah adanya koordinasi dan bantuan nyata dari Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Bupati serta jajaran Polresta Karawang.

Ungkapan rasa syukur dan terima kasih mendalam disampaikan langsung oleh sang ibu melalui rekaman video yang dibagikan pada Jumat (16/10/2026).

 "Terima kasih kepada Bapak Bupati Karawang dan Bapak Kapolres Karawang atas bantuannya. Alhamdulillah dari awal sampai akhir, sekarang Dede udah boleh pulang dari rumah sakit, udah ada di rumah. Terima kasih banyak. Sekarang Dede udah bisa pulang," ungkap ibu korban dengan penuh rasa syukur.

Kronologi Singkat Kasus:

Sebelumnya, kasus ini bermula pada Senin, 12 Oktober 2026, di kawasan Simpang Jomin, Kotabaru, Karawang.Korban yang diduga dianiaya oleh dua anak di bawah umur berinisial R (9) dan S (13) mengalami luka berat hingga harus menjalani perawatan intensif termasuk tindakan operasi di rumah sakit swasta di luar Karawang.

Akibat perawatan tersebut, keluarga sempat menghadapi kendala tagihan biaya medis mencapai belasan juta rupiah.

Dengan adanya intervensi serta bantuan dari *Bupati dan Kapolres Karawang,* persoalan biaya tersebut berhasil diselesaikan sehingga korban dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Proses Hukum Berjalan:

Di sisi lain, proses hukum terhadap terduga pelaku terus berjalan di bawah penanganan Satres PPA dan PPO Polres Karawang. Karena pelaku masih di bawah umur, penanganan dilakukan sesuai dengan UU Sistem Peradilan Pidana Anak dengan pendampingan khusus.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan anak dan lingkungan bermain yang aman.

Catatan Redaksi: Inisial korban dan detail luka tidak kami tampilkan detail demi perlindungan anak & privasi. Kami fokus pada pemulihan dan bantuan kemanusiaan.(*)

Hide Ads Show Ads