Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Fenomena 'Rocadoh' Warnai Acara Pencarian Jodoh di Pusat-Perbelanjaan

Jakarta : Rombongan cari jodoh atau Rocadoh menjadi fenonema baru yang unik di tahun 2026. Rombongan ini terlihat di sejumlah mal dikarenakan adanya acara pencarian jodoh di pusat pembelanjaan

Ilustrasi 'Rocadoh' atau rombongan pencari jodoh di salah satu mal (Foto: Freepik)

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Alphonzus Widjaja menyebut acara tersebut bersifat tematik. Menurutnya, kegiatan ini muncul sebagai variasi baru dalam pengelolaan pusat perbelanjaan.

“Acara seperti ini memang bertujuan menarik kunjungan ke pusat perbelanjaan, dampaknya nanti bisa kita evaluasi,” ujarnya, Minggu, 1 Februari 2026. Ia menilai, rocadoh cukup menarik dibandingkan acara tematik lain.

Alphonzus mengatakan, tidak semua kegiatan di pusat perbelanjaan bertujuan meningkatkan jumlah pengunjung. Beberapa acara hanya berfungsi memperkenalkan program atau konsep tertentu.

Terkait keberlanjutan, ia menilai kegiatan pencarian jodoh belum tentu menjadi agenda rutin. Menurutnya, pelaksanaan acara harus disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil evaluasi.

“Kalau hasilnya baik tentu bisa diulang, tetapi tidak bisa terlalu sering dilakukan,” katanya. Ia menekankan pentingnya menjaga variasi kegiatan di pusat perbelanjaan.

Menurutnya, kegiatan yang terlalu sering justru berpotensi menimbulkan kejenuhan pengunjung. Pusat perbelanjaan, kata dia, harus menyediakan beragam pilihan acara.

Dari sisi pengunjung, ajang tersebut dinilai memberi suasana berbeda saat berkunjung ke mal. Salah satu pendengar Pro 3 RRI, Ida, mengaku konsep acara itu cukup menarik perhatian.

Ia menilai, kegiatan tersebut membuat pusat perbelanjaan terasa lebih hidup dan tidak monoton. Selain itu, acara seperti ini juga membuka ruang interaksi sosial yang jarang ditemui di mal.

“Biasanya ke mal cuma belanja atau makan. Kalau ada acara seperti ini jadi ada hiburannya, suasananya juga lebih ramai,” ujarnya.

Ida berharap, kegiatan serupa tetap disesuaikan dengan norma dan dikemas secara positif. Menurutnya, selama memberi manfaat dan hiburan, acara tematik di mal layak untuk terus dikembangkan.(*)

Hide Ads Show Ads