Tol Tangerang-Merak Langganan Banjir, DPR Minta Pemerintah Intervensi
Jakarta : Komisi V DPR RI menyorot tajam, situasi macet total sepanjang 10 kilometer di ruas Tol Tangerang-Merak KM 50. Kejadian kemacetan panjang yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 itu, akibat ruas jalan tol terendam banjir.
![]() |
| Sejumlah kendaraan tersendat saat melintas di Tol Tangerang-Merak tepatnya di KM 38 arah Jakarta akibat genangan air yang melanda wilayah tersebut (Foto: Satlantas Polresta Tangerang) |
Anggota Komisi V DPR, Sudjatmiko meminta, pemerintah pusat mengintervensi pengelolaan dan optimalisasi layanan ruas Tol Tangerang–Merak. Karena, ruas tol tersebut sangat sering menjadi langganan banjir ketika hujan lebat turun.
"Peristiwa ini bukan pertama kali terjadi, ini menunjukkan belum adanya solusi maksimal dari para pengelola tol. Banjir di jalan tol ini sering terjadi dan seperti tidak pernah tuntas penanganannya," kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 25 Januari 2026.
Jalan Tol Tangerang-Merak itu, Sudjatmiko menegaskan, dibangun dengan embel-embel jalur tanpa hambatan. Namun, faktanya, jalan Tol Tangerang-Merak itu justru terhambat oleh banjir.
"Kemacetan panjang hingga 10 kilometer arah Merak itu mengganggu mobilitas masyarakat. Serta, mengganggu proses distribusi logistik," ucap Sudjatmiko.
Atas dasar itulah, ia menilai, pemerintah pusat jangan bersikap pasif dan harus mengambil peran lebih kuat. Yakni, dalam mengawasi serta mengevaluasi kinerja seluruh badan usaha jalan tol, baik BUMN maupun swasta.
“Pemerintah harus mengintervensi, semua pengelola tol, baik plat merah maupun swasta. Perlu diingatkan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan memastikan layanan tol berjalan optimal,” ujar Sudjatmiko.
Diberitakan sebelumnya, Satlantas Polresta Tangerang, Polda Banten menyebutkan, genangan air yang melanda di ruas Tol Tangerang-Merak. Tepatnya, di KM 38 Balaraja Barat pada Sabtu kemarin.
Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Zaeni Aji Bakhtiar mengatakan, kondisi itu mengganggu arus lalu lintas kendaraan menuju Jakarta. Namun, berdasarkan pemantauan di lapangan, situasi genangan tersebut sudah berangsur surut.
"Tepatnya di KM 38 arah Jakarta sebelumnya sempat terganggu akibat genangan air. Hasil pantauan, sekaranf sudah surut," kata Zaeni.
Ia menjelaskan, kondisi genangan air yang melanda jalur Tol Tangerang-Merak sebelumnya terdapat dua jalur. Kedua jalur tol ini terdampak dengan ketinggian air sekitar 30 centimeter.
"Arus kendaraan dari arah Merak menuju Jakarta mengalami pelambatan dan sedikit tersendat. Situasi terkini kendaraan yang ke arah Jakarta sudah normal," ucap Zaeni.(*)

