Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Menperin: Pertumbuhan Manufaktur Lampaui Ekonomi Nasional Sepanjang 2025

Jakarta ; Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kinerja manufaktur nasional menguat secara struktural sepanjang 2025. Capaian tersebut menempatkan Indonesia dalam jajaran negara dengan Manufacturing Value Added (MVA) tertinggi dunia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026. (Foto: Tangkapan layar streaming YouTube TVR Parlemen)

Kinerja industri pengolahan nasional menunjukkan peningkatan nilai tambah signifikan pada 2024. Posisi tersebut mencerminkan keberhasilan transformasi industri berbasis produktivitas dan efisiensi.

Agus menyampaikan MVA Indonesia pada 2024 mencapai USD265,07 miliar. Nilai tersebut melampaui rata-rata MVA global yang berada di kisaran USD78,73 miliar.

“Manufacturing Value Added di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 265,07 miliar dolar. Dengan capaian tersebut Indonesia sudah menempati posisi ke-13 besar dunia,” ujar Agus dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

Ia menyebut capaian tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ke-13 dunia. Posisi ini menunjukkan penguatan daya saing manufaktur nasional secara global.

Agus menjelaskan posisi Indonesia di Asia berada pada peringkat kelima. Indonesia berada di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan

“Di Asia, Indonesia menempati posisi ke-5 di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan. Untuk tingkat ASEAN, Indonesia berada pada posisi pertama MVA,” ujar Agus.

Agus menambahkan Indonesia menduduki peringkat pertama MVA di kawasan ASEAN. Ia menyampaikan nilai MVA Thailand hanya sekitar setengah dari capaian Indonesia. 

Agus menilai capaian MVA sejalan dengan penguatan ekspor manufaktur nasional. Kinerja ekspor industri menjadi penopang peningkatan nilai tambah domestik.

Ia menyebut ekspor industri pengolahan nonmigas (IPNM) Januari hingga November 2025 mencapai USD205,93 miliar. Kontribusi tersebut setara 80,27 persen dari total ekspor nasional.

“Ekspor industri pengolahan nonmigas mencapai 205,93 miliar dolar Amerika. Neraca perdagangan industri pengolahan nonmigas mencatat surplus sebesar 35,95 miliar dolar,” ujar Agus.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads