Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Lantik Anggota-DEN, Presiden Targetkan Lifting dan Bioenergi Tahun-Ini

Jakarta : Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyatakan dukungan penuh terhadap penambahan alokasi anggaran bagi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Lasarus menilai rencana pemotongan anggaran sangat tidak tepat karena frekuensi bencana alam nasional meningkat tajam saat ini.

Presiden Prabowo Subianto saat melantik Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dan seluruh anggota pengurus Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026 (Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Lasarus menginstruksikan seluruh mitra kerja untuk menyatukan data jumlah korban agar tidak membingungkan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa akurasi data evakuasi menjadi basis utama dalam menentukan biaya rehabilitasi serta rekonstruksi fisik.

“Yang kedua, untuk Basarnas bahwa harusnya Basarnas dapat tambahan, Pak. Bukan malah dapat berita ada potongan yang kita terima, dengan situasi yang sekarang,” ucap Lasarus saat Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Basarnas di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Lasarus menyoroti seringnya terjadi perbedaan informasi jumlah korban antara Basarnas dengan badan penanggulangan bencana lainnya. Perbedaan teknis tersebut perlu segera disinkronkan agar proses penganggaran bantuan untuk infrastruktur berjalan secara lebih transparan

“Kalau Basarnas itu kan berdasarkan data yang didapat pada saat evakuasi, yang dievakuasi berapa. Kemudian, yang selamat berapa, yang meninggal berapa, luka ringan berapa, luka berat berapa, itu kan berdasarkan data evakuasi,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengungkapkan lembaga telah menangani 2.766 kejadian sepanjang tahun 2025 dengan belasan ribu korban. Syafii mengatakan mayoritas operasi berkaitan dengan kondisi manusia yang membahayakan serta ratusan kasus kecelakaan transportasi laut.

“Sebanyak 2.766 operasi dilakukan, meliputi empat operasi SAR kecelakaan pesawat udara dan 926 operasi SAR kecelakaan kapal. Selain itu, terdapat 163 operasi terkait bencana, 1.591 operasi SAR kondisi membahayakan manusia, serta 82 operasi kecelakaan dengan penanganan khusus,” ujar Syafii.

Syafii menjelaskan tim penyelamat berhasil mengevakuasi 13.579 orang dengan selamat dari total jumlah korban yang terdata. Namun, sebanyak 2.698 jiwa dinyatakan meninggal dunia serta 719 orang lainnya masih berstatus hilang dalam catatan resmi.

Syafii mengakui realisasi keberhasilan evakuasi korban mencapai 95,46 persen dari target awal yang ditetapkan pemerintah pusat. Ia menyebut cuaca buruk serta medan lokasi yang sulit menjadi faktor utama penghambat kelancaran operasi di lapangan.

“Kemudian terdapat kondisi medan yang tidak seluruhnya terjangkau sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai lokasi. Selain itu, terjadi perubahan kondisi akibat bencana sekunder,” kata Syafii.

Syafii mengatakan persentase pemenuhan infrastruktur sarana dan prasarana saat ini baru menyentuh angka 37,88 persen. Meskipun demikian, jumlah sumber daya manusia penyelamat telah melebihi target dengan total kekuatan mencapai 14.860 personel.(*)

Hide Ads Show Ads