Gelondongan Kayu Penuhi Pantai Larangan Pasca Banjir Guci
Tegal : Ribuan gelondongan kayu ditemukan memenuhi pesisir Pantai Larangan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Temuan ini terjadi pasca banjir bandang yang menerjang kawasan wisata Guci di lereng Gunung Slamet pada 24 Januari 2026 lalu.
Kayu-kayu tersebut berasal dari hulu Sungai Gung di lereng Gunung Slamet. Aliran air sungai Gung bermuara langsung ke kawasan pesisir tersebut.
Menurut laporan, berbagai jenis gelondongan kayu seperti sengon, pinus, hingga mahoni keluar dari muara Sungai Gung sehari setelah banjir terjadi. Sungai Gung diketahui terhubung langsung dengan kawasan Guci, sehingga material kayu diduga terbawa arus deras dari wilayah hulu.
Fenomena gelondongan kayu ini dinilai mengindikasikan adanya aktivitas penebangan atau alih fungsi lahan. Warga menduga, kayu tersebut merupakan sisa penebangan liar yang terseret banjir.
Daerah aliran sungai (DAS) di sekitar Guci memainkan peran penting karena menjadi jalur utama distribusi air. Kerusakan vegetasi di DAS membuat fungsi hidrologis terganggu, dan mempercepat laju banjir bandang menuju daerah padat penduduk.
Di satu sisi, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen usai meninjau kawasan terdampak banjir wilayah Gunung Slamet. Di lokasi tersebut Taj Yasin melihat adanya pohon-pohon yang tergerus banjir bandang, dalam kondisi akar masih segar.
“Kalau melihat akarnya masih segar. Itu karena tergerus derasnya arus,” katanya dikutip dari keterangan tertulis, Senin 26 Januari 2026. Menurutnya, hal tersebut mengindikasikan pohon tersebut tercabut murni akibat kuatnya arus banjir
Lebih lanjut, Taj Yasin mengingatkan, pada 2017 kawasan tersebut pernah mengalami kebakaran besar. Sehingga material sisa kebakaran yang belum dibersihkan, kemungkinan turut terbawa arus.
Ia meminta lima kabupaten sekitar Gunung Slamet bersama membahas penguatan hutan lindung menyusul bencana banjir beberapa waktu lalu. Hal tersebut dinilai sebagai upaya pemerintah saat ini untuk penguatan hutan lindung untuk meminimalisir bencana serupa.
"Nah, momen ini sebenarnya pas untuk bagaimana menyatukan dari lima kabupaten ini untuk berbicara bersama-sama. Mengirim bersama-sama berkasnya, untuk hutan lindung benar-benar harus kita kuatkan,” Kata Taj Yasin.
Pemerintah diharapkan dapat melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas penebangan, serta penataan tata guna lahan di wilayah daerah aliran sungai (DAS). Upaya mitigasi bencana juga mencakup penguatan sistem peringatan dini dan pengelolaan kawasan lereng gunung secara berkelanjutan.(*)

