Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

BAZNAS akan Salurkan Rp12 Milyar Bantuan untuk Palestina

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI  akan segera menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk masyarakat Palestina senilai Rp12 miliar.Bantuan itu akan disalurkan dalam beberapa tahap, dan tahap pertama  jumlah bantuan yang akan disalurkan senilai Rp3 miliar.

BAZNAS akan Salurkan Rp12 Milyar Bantuan untuk Palestina
BAZNAS akan Salurkan Rp12 Milyar Bantuan untuk Palestina

Bantuan itu berasal dari donasi masyarakat Indonesia yang dikumpulkan lewat Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia. Seperti LAZ Rumah Zakat Indonesia, Inisiatif Zakat Indonesia, LAznas Sidogiri, dan sebagainya,” ucap Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, di kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (30/10).

Bantuan tersebut, lanjutnya, akan  dikirim dalam bentuk paket makanan, bahan bakar dan kebutuhan dasar warga. Seperti selimut, hygiene kit, tongkat kruk dan sebagainya.

"Bantuan bahan bakar sangat diperlukan untuk menghidupkan mesin diesel di rumah sakit serta mesin penyaringan air bersih. Sementara, bantuan makanan dan selimut sangat berguna bagi warga dan para pengungsi, terutama menjelang datanya musim dingin disana," kata KH. Noor Achmad.

Menurut dia, nantinya bantuan kemanusiaan itu akan dikirim lewat dua jalur. Jalur pertama lewat Kementerian Luar Negeri RI, dan lewat mitra lokal Baznas RI.

“Dan jalur kedua, lewat mitra lokal kita seperti Bulan Sabit Merah. Dan dalam menyalurkan bantuan ini, prinsip Baznas adalah Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI,” kata KH Noor.

Untuk tahap pertama ini, bantuan  akan dikirimkankan lewat jalur Kemenlu RI. Sebagian besar isi bantuan ini adalah bahan makanan, sesuai yang dibutuhkan masyarakat Palestina.

“Berupa 5 ton bahan makanan seperti beras, susu, kornet, sarden, mi instan dan bahan makanan lainnya. Kita kirim juga bantuan kebutuhan dasar seperti selimut, sarung tangan, popok, pembalut, dan lain sebagainya,” ujar Saidah Sakwan, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.

Menurut Saidah, untuk pengiriman tahap kedua dan selanjutnya, bahan-bahannya akan dibeli di Mesir atau Yordania. Karena harganya lebih murah, dan pengirimannya pun lebih dekat.(*)


Hide Ads Show Ads