Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Banjir El Nino Ancam Perburuk Krisis Kelaparan di Somalia

Mogadishu:  Pemerintah Federal Somalia dan PBB memperingatkan krisis kelaparan dan malnutrisi di Somalia masih berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi memburuk akibat banjir yang diperkirakan terjadi pada Oktober hingga Desember 2026 akibat fenomena El Nino.

Krisis yang semakin meningkat di Somalia menyebabkan banyak kasus malnutrisi (Foto: X - WFP Somalia)

Sebanyak 5,4 juta orang akan menghadapi tingkat kelaparan krisis atau lebih buruk pada Oktober hingga Desember 2026. Hal tersebut menurut analisis Integrated Food Security Phase Classification (IPC), dilansir dari WFP, Kamis, 24 September 2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar 1,5 juta orang diperkirakan menghadapi tingkat kelaparan darurat atau lebih buruk. Analisis tersebut memperkirakan 1,92 juta anak di bawah lima tahun membutuhkan penanganan malnutrisi akut antara Juli 2026 hingga Juni 2027.

Jumlah tersebut termasuk sekitar 433.000 anak yang mengalami malnutrisi akut parah, yang merupakan bentuk malnutrisi paling mematikan. Hampir 62 persen beban malnutrisi Somalia terkonsentrasi pada masyarakat pedesaan.

Sementara itu, pengungsi internal di Belet Weyne dan sejumlah lokasi pengungsian di Baidoa diperkirakan dapat mengalami kondisi malnutrisi sangat kritis. Kondisi tersebut berpotensi memburuk akibat banjir yang dapat mengganggu akses terhadap layanan.

Kondisi malnutrisi akut di distrik Burhakaba, wilayah Bay, sebelumnya berada dalam risiko kelaparan. Namun, kondisi tersebut membaik setelah hujan Gu dan peningkatan respons kemanusiaan di wilayah tersebut.

Sebaliknya, analisis terbaru menunjukkan Baidoa masih menghadapi risiko kelaparan. Pengungsi internal di wilayah tersebut menghadapi risiko kelaparan yang sangat parah dan kondisi malnutrisi yang sangat kritis.

Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Somalia George Conway mengatakan situasi kemanusiaan di negara tersebut masih sangat buruk. Ia memperingatkan banjir akibat El Nino dapat semakin melemahkan mata pencaharian, memicu pengungsian, dan meningkatkan risiko penyakit.

Banjir berpotensi menghancurkan tanaman dan ternak, memutus akses rumah tangga terhadap pasar dan pendapatan, serta memicu gelombang baru pengungsian. Menurut Badan Manajemen Bencana Somalia (SODMA), sekitar 2,5 hingga 3,5 juta orang dapat terdampak banjir.

Pemerintah Somalia dan PBB menyerukan tindakan segera untuk memastikan keberlanjutan bantuan pangan, bantuan tunai, serta layanan penanganan malnutrisi akut. Mereka juga meminta penempatan stok pangan, bantuan mata pencaharian darurat, dan pasokan nutrisi sebelum banjir menghambat akses jalan.

Bantuan di bidang ketahanan pangan, kesehatan, nutrisi, air, dan sanitasi juga perlu diperluas di wilayah dengan risiko tertinggi. Pemerintah dan mitra kemanusiaan juga didorong meningkatkan pemeriksaan kondisi masyarakat pedesaan dan pengungsi internal.

Sementara itu, WFP mengatakan jutaan warga Somalia masih berjuang pulih dari kekeringan, konflik, dan tingginya biaya pangan. Banyak keluarga telah menghabiskan sumber daya yang selama ini mereka andalkan.(*)

Hide Ads Show Ads