Seorang WNI Terbunuh di Armenia, Pelaku Diduga Sesama WNI
Yerevan - Seorang WNI diduga menjadi korban pembunuhan di Yerevan, Armenia pada Rabu, 15 Juli 2026. Hal itu ditindaklanjuti oleh Kemlu melalui KBRI Kyiv dengan melakukan langkah penanganan dan koordinasi secara intensif dengan otoritas Armenia.(21/7)
![]() |
| Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah. Pada Selasa 14 Juli 2026 ia menegaskan tak ada WNI jadi korban kebakaran hebat di sebuah bar di Bangkok yang terjadi Minggu 12 Juli 2026. |
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah menyatakan, KBRI Kyiv sehari setelah mendapatkan informasi melakukan koordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Yerevan. Termasuk, aparat penegak hukum Armenia, dan komunitas WNI setempat.
Menurut Heni hal itu dilakukan untuk memverifikasi informasi, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta memperoleh keterangan mengenai proses penyelidikan. Sementara, dari informasi awal didapati informasi diduga pelaku juga merupakan WNI.
“Berdasarkan informasi awal otoritas Armenia, korban dan pihak yang diduga sebagai pelaku merupakan WNI. Sejumlah WNI telah diamankan untuk kepentingan penyidikan,” ujar Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI mengungkapkan.
Heni menambahkan, saat ini tengah dilakuan verifikasi data korban bersama kementerian/lembaga terkait di Indonesia serta menindaklanjuti berbagai informasi yang diterima. Heni menyebut, hal itu diikuti dengan komunikasi dari pihak yang mengaku sebagai keluarga salah satu WNI yang saat ini berada dalam penanganan aparat Armenia.
Di sisi lain Heni mengatakan, KBRI Kyiv juga telah melayangkan Nota Diplomatik kepada Kemlu Armenia. Hal ini dilakukan guna memperoleh akses kekonsuleran bagi penanganan jenazah korban WNI.
“Untuk memastikan terpenuhinya hak-hak kekonsuleran WNI, pada 18 Juli 2026 KBRI Kyiv telah menyampaikan Nota Diplomatik kepada Kemlu Armenia. Guna memperoleh akses kekonsuleran bagi penanganan jenazah WNI serta untuk bertemu dengan salah satu WNI yang sedang menjalani proses hukum,” ucap Heni menjelaskan.
Heni memastikan, pihaknya bersama KBRI Kyiv terus menindaklanjuti perkembangan kasus pembunuhan dengan korban WNI ini. “Kemudian, berkoordinasi dengan otoritas setempat, dan memberikan pendampingan kekonsuleran sesuai ketentuan hukum Armenia,” ujarnya.(*)
