Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Gus Yahya dan Jimly Asshiddiqie Dukung Langkah Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa ke Iran

Jakarta : Tokoh-tokoh Islam terkemuka, termasuk Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Ketua Dewan Penasihat ICMI Jimly Asshiddiqie, mengapresiasi sikap tegas Presiden RI Prabowo Subianto yang menyampaikan ucapan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran. Langkah diplomatik ini dinilai sebagai perwujudan nilai Pancasila dan solidaritas kemanusiaan Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Tokoh-tokoh Islam terkemuka, termasuk Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Ketua Dewan Penasihat ICMI Jimly Asshiddiqie,

“Tepat sekali kemarin Presiden sudah menyampaikan turut berduka kepada seluruh rakyat Iran. Jadi, saya rasa kita sebagai negeri muslim terbesar, yang menganut Pancasila, ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, ini tidak bisa terima dengan pembunuhan biadab,” ujar Jimly Asshiddiqie saat menghadiri acara buka puasa di Istana Negara, Kamis, 5 Maret 2026.

Senada dengan Jimly, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menekankan bahwa selain ungkapan belasungkawa, hal yang paling krusial saat ini adalah upaya nyata untuk menghentikan segala bentuk kekerasan bersenjata.

Tokoh-tokoh Islam terkemuka, termasuk Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Ketua Dewan Penasihat ICMI Jimly Asshiddiqie,

“Kita tidak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai. Berhenti perang, damai sekarang. Tidak ada alternatif lain. Karena kalau tidak begitu, tidak ada yang selamat. Kekerasaan ini harus dihentikan dengan cara apapun,” tegas Gus Yahya.

Gus Yahya juga mendorong agar Indonesia mengoptimalkan seluruh instrumen internasional yang tersedia, termasuk Board of Peace (BoP), demi mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

“Lihat, kita cari caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu. Apapun yang sudah ada di tangan, mari kita gunakan. Kalau kita butuh menggali lubang, tidak ada sekop, kita gali pakai sendok,” tambahnya.

Sebelumnya, surat resmi belasungkawa dari Presiden Prabowo telah diserahkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi pada Rabu, 4 Maret 2026. Langkah ini mempertegas komitmen Indonesia dalam menjaga hubungan persahabatan serta terus menyuarakan pentingnya stabilitas keamanan global.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads