Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Ratusan Warga Binaan Lapas II A Garut Dalami Kitab Kuning di Pesantren Ramadan

Garut :Suasana religius menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Garut, Jawa Barat, selama bulan suci Ramadan 2026. Ratusan warga binaan tampak khusyuk mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan sebagai sarana memperdalam ilmu agama dan memperbaiki diri.

Ratusan Warga Binaan Lapas II A Garut Dalami Kitab Kuning di Pesantren Ramadan

Melalui Pondok Pesantren Terpadu Taubatul Mudznibin yang didirikan di dalam area Lapas, para warga binaan menjalani rutinitas layaknya santri di pondok pesantren pada umumnya. Program ini merupakan bagian utama dari pembinaan kepribadian yang dirancang pihak Lapas.

Setiap harinya, aktivitas para warga binaan dimulai sesaat setelah salat Subuh. Mereka disibukkan dengan berbagai kegiatan keagamaan mulai dari zikir, tadarus Al-Qur'an, perbaikan bacaan (tahsin), hingga pendalaman ilmu tajwid.

Tak hanya itu, warga binaan juga diajarkan membaca Kitab Kuning. Meski beberapa di antaranya masih terbata-bata saat mengeja ayat Al-Qur'an, semangat mereka untuk meraup pahala dan menimba ilmu tidak surut. Ruang jeruji besi pun berubah menjadi ruang kontemplasi bagi mereka untuk menyadari kesalahan masa lalu.
Ratusan Warga Binaan Lapas II A Garut Dalami Kitab Kuning di Pesantren Ramadan

Kasubsi Bimkemaswat Lapas Kelas IIA Garut, Rizki Hidayatullah, menjelaskan bahwa pada Ramadan tahun ini fokus pembinaan memang diarahkan pada penguatan spiritualitas dari pagi hingga malam hari.

Saat ini, terdapat sekitar 120 warga binaan dari berbagai latar belakang kasus yang resmi menjadi santri di pesantren tersebut.



"Para warga binaan ini terbagi dalam beberapa tingkatan. Mulai dari tingkat dasar yang belajar Iqra, tingkat menengah yang membaca Al-Qur'an, hingga tingkatan lanjutan yang mendalami Kitab Kuning," ujar Rizki, Senin, 2 Maret 2026.

Program pesantren ini diharapkan tidak hanya menjadi pengisi waktu selama Ramadan, tetapi juga memberikan bekal nyata bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat nanti.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa ketika mereka menghirup udara bebas nanti, mereka memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur'an yang baik dan mentalitas yang lebih kuat serta religius," ucapnya.

Kegiatan Pesantren Ramadan ini menjadi bukti bahwa jeruji besi bukan penghalang bagi seseorang untuk menjemput hidayah dan bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads