Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Pemkot Bekasi Bangun Tiga Proyek Guna Atasi Kemacetan Kawasan Stasiun

Bekasi : Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan tiga proyek infrastruktur besar guna mengatasi titik kemacetan parah wilayah Stasiun Bekasi. Proyek pembangunan infrastruktur tersebut mencakup pembangunan jembatan penyeberangan orang dan jalan layang serta kawasan fasilitas parkir.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat meninjau proyek pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di kawasan Stasiun Bekasi. (Foto: Pemkot Bekasi)

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan rencana pembangunan sarana transportasi tersebut dilakukan secara bertahap. Tri Adhianto juga menyampaikan harapannya agar masalah kepadatan arus lalu lintas harian pada area stasiun berkurang.

“Stasiun Bekasi memiliki aktivitas yang sangat tinggi setiap hari. Pada waktu-waktu tertentu, volume penumpang dan kendaraan bertemu secara bersamaan sehingga berdampak pada kepadatan lalu lintas di sekitarnya,” kata Tri Adhianto kepada wartawan, Jumat, 6 Januari 2026.

Pengerjaan proyek Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) menjadi prioritas awal yang mulai dikerjakan pada tahun ini juga. Sarana penyeberangan tersebut nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas modern berupa lift dan tangga untuk masyarakat luas.

Penambahan fasilitas lift dan tangga bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pejalan kaki yang hendak melintasi jalan. Pembangunan prasarana ini dilakukan untuk meningkatkan standar keselamatan warga saat menyeberang jalan raya di sekitar stasiun.

“Dengan adanya JPO, masyarakat dapat menyeberang dengan lebih aman dan tertib, sehingga tidak lagi mengganggu arus kendaraan di jalan sekitar. Pembangunannya kami targetkan selesai dalam waktu tiga bulan dan aksesnya bisa langsung masuk ke area Stasiun," katanya.

Pelaksanaan pembangunan jembatan penyeberangan diproyeksikan segera rampung dan dapat digunakan warga dalam waktu tiga bulan mendatang. Fasilitas baru itu dirancang agar akses penumpang bisa langsung terhubung menuju area utama di Stasiun Kota Bekasi.

Selain itu pemerintah akan memulai proses studi kelayakan proyek pembangunan jalan layang pada rentang tahun 2026 mendatang. Tahapan berikutnya mencakup pembebasan lahan yang akan dilakukan oleh pihak pemerintah daerah setempat pada periode tahun 2027.

Keseluruhan pekerjaan fisik pembangunan jembatan layang itu memiliki target utama untuk diselesaikan pada tahun 2028 secara penuh. Pembangunan lahan parkir baru juga masuk ke dalam rencana terpadu guna mengurangi antrean kendaraan pada badan jalan.

"Penanganan kemacetan tidak bisa dilakukan secara instan. Butuh perencanaan terpadu yang berkelanjutan," katanya.

Rencana infrastruktur transportasi massal tersebut mendapat respons beragam dari warga sekitar yang rutin menggunakan jalan raya. Seorang warga bernama Yanto menaruh harapan besar terhadap keseriusan pihak pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan kemacetan kota Bekasi.

"Mudah-mudahan bukan cuma wacana, tapi beneran dikerjakan. Jujur saya selaku warga selama ini capek dengan kondisi macet di kawasan Stasiun Bekasi," ujarnya.(*)

Hide Ads Show Ads