Doa untuk Negeri: 56 Ribu Jamaah Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030 di Istiqlal
Jakarta : Puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia memadati kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu, untuk mengikuti Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan acara bertajuk “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”.
Sejak pukul 07.00 WIB, jamaah dari beragam organisasi kemasyarakatan Islam mulai berdatangan. Bahkan, sebagian telah hadir sejak waktu subuh. Ruang utama Masjid Istiqlal terisi penuh hingga ke lantai empat dan lima, didominasi jamaah yang mengenakan busana serba putih sebagai simbol kesucian dan persatuan.
Berdasarkan data MUI, sedikitnya 56 ribu jamaah menghadiri kegiatan tersebut, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto. Untuk menjamin kelancaran dan keamanan acara, sejumlah petugas dari berbagai instansi, seperti pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, serta aparat keamanan, disiagakan lengkap dengan kendaraan dinas dan alat pendeteksi logam.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI, Nusron Wahid, mengatakan acara ini digelar sebagai respons atas berbagai ujian kemanusiaan yang tengah dihadapi bangsa, khususnya bencana banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya yang menimbulkan korban jiwa serta kerugian besar.
“Dalam kondisi seperti ini, bangsa Indonesia membutuhkan penguatan spiritual, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Munajat bersama ini menjadi ikhtiar batiniah sekaligus pesan empati bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Nusron.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan lantunan hadroh Al-Mabruk Nusantara. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tawasul dan Yasin Fadhilah yang dipimpin KH Abdul Manan Ghani, serta doa keselamatan bangsa oleh sejumlah ulama dan tokoh nasional, termasuk KH Mahfud Assirun, Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, Habib Ahmad bin Ali Assegaf, dan Ustadz Abdul Somad.
Memasuki inti acara, kehadiran Presiden Prabowo disambut dengan Mahalul Qiyam (Shalawat Badar), dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai wujud penghormatan dan komitmen kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, MUI juga menyerahkan bantuan rehabilitasi masjid serta 500 rumah bagi marbot dan guru ngaji penyintas bencana di Sumatera. Selain itu, dilakukan peresmian Moslem Disaster Rescue MUI sebagai bentuk penguatan peran umat Islam dalam respon kebencanaan dan kemanusiaan.
Prosesi pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 ditandai dengan pembacaan surat keputusan dan baiat kepengurusan sebagai peneguhan amanah pelayanan umat dan bangsa. Acara kemudian ditutup dengan taklimat Presiden RI, sesi foto bersama, dan penutupan resmi.
Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa di tengah krisis dan bencana, solidaritas, doa, dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keselamatan dan persatuan bangsa Indonesia.
Sumber: Antara
