Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Venezuela Siap Bela Kedaulatan Pasca Penangkapan Maduro

Wapres Venezuela Delcy Rodriguez Sebut Operasi Militer AS Sebagai Upaya Kolonisasi Energi
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez berbicara di depan potret mendiang Presiden Venezuela Hugo Chavez dan sang pembebas Simon Bolivar di Kongres Nasional di Caracas. (Foto: AFP)

Karawang : Pemerintah Venezuela menyatakan kesiapan penuh untuk "membela" negara menyusul operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu pagi waktu setempat.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menegaskan bahwa kedaulatan dan sumber daya alam negara akan tetap dilindungi. 

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas komentar Presiden AS, Donald Trump, yang menyatakan niat Washington untuk mengelola Venezuela selama masa transisi serta membuka akses bagi perusahaan minyak AS.

“Kami siap membela Venezuela; kami siap mempertahankan sumber daya alam kami,” tegas Rodriguez dalam pidatonya.

Kecaman Atas Operasi Militer

Rodriguez mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai "penculikan" terhadap Maduro. Ia menilai serangan udara dan operasi pasukan khusus AS di berbagai wilayah negara itu merupakan upaya paksa perubahan rezim demi menguasai cadangan minyak, mineral, dan energi Venezuela.

“Topeng kini telah terbuka,” ujar Rodriguez melalui televisi negara. “Tujuan sebenarnya adalah meruntuhkan kemandirian politik kami dan membangun kembali tatanan gaya kolonial.”

Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai tindakan "Keji" dan menuduh Washington menggunakan blokade serta tekanan militer sebagai alat dominasi. 

Meskipun Maduro dibawa paksa oleh pasukan khusus AS, Rodriguez menegaskan bahwa sang presiden tetap merupakan pemimpin sah satu-satunya bagi Venezuela.

Tuntutan Pembebasan dan Seruan Persatuan

Pihak Caracas menuntut pembebasan segera bagi Maduro dan Cilia Flores. Rodriguez menyatakan bahwa rakyat Venezuela merasa sangat terhina oleh apa yang ia sebut sebagai "penculikan ilegal" terhadap kepala negara dan ibu negara.

“Dunia merasa terkejut dengan serangan terhadap kedaulatan Venezuela ini,” tambahnya, seraya menyebut operasi tersebut sebagai serangan ideologis yang memalukan.

Didampingi oleh pejabat tinggi negara, termasuk Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez dan Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello, Wakil Presiden mendesak warga untuk tetap tenang namun bersatu. 

Ia menyerukan rakyat Venezuela untuk berdiri bersama membela tanah air melawan apa yang ia deskripsikan sebagai "kekaisaran imperialis."

Sebelum pidato televisi ini, Rodriguez juga sempat merilis pesan audio yang menuntut Washington untuk segera memberikan "bukti kehidupan" (proof of life) bagi Presiden Maduro dan istrinya.

 Hingga saat ini, ketegangan antara kedua negara terus meningkat seiring tuduhan Caracas bahwa Washington telah melanggar hukum internasional demi mengamankan sumber daya energi Venezuela yang melimpah.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads