Bupati Karawang Pelajari Penataan Kabel dari Kota Bogor
Bogor: Bupati Karawang, Aep Syaepuloh melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Bogor, untuk menerapkan sistem penataan kabel bawah tanah. Diketahui Kota Bogor telah menerapkan sistem tersebut, dalam rangka penataan kota.(13/1/26).
![]() |
| Kunjungan kerja bupati Karawang Ke balai kota Bogor melihat penataan kabel udara agar tidak semrawut dan mengganggu estetika |
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan ketertarikannya terhadap kebijakan penataan kabel di Bogor yang dinilai mampu memperbaiki wajah kota sekaligus meningkatkan keamanan ruang publik. Ia menilai kawasan pusat Kota Bogor kini tampak lebih rapi setelah kabel-kabel udara diturunkan ke bawah tanah.
“Penataan kota di Bogor sangat baik, terutama di pusat kota. Kabel-kabel yang sebelumnya semrawut sekarang sudah tertata. Ini kebijakan luar biasa dari Wali Kota Bogor yang patut kami pelajari,” ujar Aep, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, penataan kabel tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Kabel udara yang menjuntai dinilai berisiko membahayakan pengguna jalan apabila terlepas atau roboh.
“Keamanan dan keindahan kota harus berjalan beriringan, khususnya di jalan protokol dan kawasan padat aktivitas. Ini menjadi perhatian kami di Karawang,” tambahnya.
Aep menegaskan, Pemerintah Kabupaten Karawang siap mengadopsi konsep penataan kabel bawah tanah dengan sistem tunnel box yang telah diterapkan di Bogor. Implementasi rencana tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) sebagai mitra penyelenggara jaringan telekomunikasi.
“Konsepnya sudah jelas dan terbukti berhasil. Kami akan langsung menindaklanjuti agar bisa diterapkan di Karawang,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menjelaskan, bahwa Pemkot Bogor terus melanjutkan program penurunan kabel udara secara bertahap. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan penataan kabel hingga sepanjang 31 kilometer di berbagai ruas jalan utama.
“Fokus kami adalah jalur-jalur strategis, baik jalan kota, provinsi, maupun nasional. Tujuannya agar ruang kota lebih tertib, aman, dan nyaman,” ujar Dedie.
Ia menambahkan, sejumlah ruas jalan yang menjadi prioritas penataan antara lain Jalan Jalak Harupat, Salak, Otto Iskandardinata, Dewi Sartika, Siliwangi, Surya Kencana, dan Jalan Merdeka yang dikerjakan secara bertahap sesuai perencanaan.(*)

