Konflik Lahan di Pangalengan Memanas, Kebun Teh vs Sayuran Jadi Sorotan
BANDUNG – Program revitalisasi kebun teh di Pangalengan, Kabupaten Bandung, menghadapi persoalan serius. Ribuan tanaman teh produktif di kawasan perkebunan Malabar dilaporkan mengalami kerusakan akibat dugaan aksi perusakan.
PTPN I Regional 2 menyebut sekitar 4.500 pohon teh mengalami kerusakan dan telah membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Perusahaan juga melaporkan dugaan penganiayaan terhadap petugas perkebunan kepada kepolisian.
Di sisi lain, revitalisasi kebun teh merupakan bagian dari upaya mengembalikan fungsi lahan yang sebelumnya beralih menjadi perkebunan sayuran. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya menyebut revitalisasi di Pangalengan telah mencakup sekitar 16 hektare, dengan sekitar 198.000 pohon teh ditanam.
Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa keberadaan kebun teh memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan, terutama di kawasan lereng pegunungan yang rentan terhadap erosi dan longsor.
Persoalan ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan lahan perlu mempertimbangkan kepentingan ekonomi masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan.
Penyelesaian melalui jalur hukum dan komunikasi antarpihak diharapkan dapat mencegah konflik semakin meluas serta menjaga keberlanjutan perkebunan teh di Pangalengan.(*)
