Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Curi Kabel Rp20 Juta, Produksi Nanas GGP Lumpuh 3 Hari Rugi Rp1 Miliar

LAMPUNG TIMUR – Aksi pencurian kabel jaringan listrik tegangan tinggi terjadi di lingkungan PT Great Giant Pineapple (GGP) Plantation Group 4, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur. Akibat kejadian tersebut, aktivitas produksi di Packing House Fresh Pineapple sempat terhenti selama tiga hari. Kerugian perusahaan diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Empat Pekerja Harian Lepas Diduga Curi Kabel Tegangan Tinggi di GGP Lampung Timur

Dalam aksinya, pelaku diduga mencuri kabel jaringan tembaga penghantar listrik tegangan tinggi yang berada di pusat pengolahan dan pengemasan nanas segar. Kabel tersebut merupakan bagian dari jaringan utama yang juga menunjang operasional pompa air tanah.

Pencurian diduga dilakukan oleh pelaku yang telah berpengalaman pada malam hari dengan memanfaatkan kondisi lingkungan perusahaan yang sepi serta kelengahan petugas keamanan.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan internal, tim keamanan PT GGP mengidentifikasi empat orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Keempatnya diketahui merupakan pegawai dengan status tenaga harian lepas.

Mereka berhasil diamankan tiga hari setelah dugaan aksi pencurian yang terjadi pada 30 Oktober 2026. Selanjutnya, keempat orang tersebut diserahkan kepada pihak Polres Lampung Timur untuk menjalani proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Kepala Tim Legal PT GGP Labuhan Ratu, Anang Urbananto, menjelaskan bahwa nilai material kabel yang dicuri diperkirakan sekitar Rp20 juta. Namun, kerugian terbesar justru berasal dari terhentinya aktivitas produksi selama tiga hari.

Menurut Anang, dalam kondisi normal, Packing House Fresh Pineapple mampu memproduksi sekitar 4.000 boks per hari. Dengan harga sekitar Rp90 ribu per boks, terhentinya produksi selama tiga hari berdampak pada potensi kehilangan produksi sebanyak 12.000 boks.

"Kalau dalam satu hari itu 4.000 boks. Dampaknya sampai tiga hari, berarti 12.000 boks. Satu boks sekitar Rp90 ribu. Kalau dikalikan, kira-kira kerugiannya mencapai Rp1 miliar," jelas Anang, Jumat, 6 November 2026.

Pihak perusahaan berharap proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian dapat mengungkap secara menyeluruh kasus pencurian tersebut, sekaligus memastikan ada atau tidaknya pihak lain yang terlibat.

Kasus ini menjadi perhatian perusahaan karena pencurian tidak hanya mengakibatkan hilangnya aset, tetapi juga mengganggu operasional produksi dan menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar.(*)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Curi Kabel Rp20 Juta, Produksi Nanas GGP Lumpuh 3 Hari Rugi Rp1 Miliar
  • Curi Kabel Rp20 Juta, Produksi Nanas GGP Lumpuh 3 Hari Rugi Rp1 Miliar
  • Curi Kabel Rp20 Juta, Produksi Nanas GGP Lumpuh 3 Hari Rugi Rp1 Miliar
  • Curi Kabel Rp20 Juta, Produksi Nanas GGP Lumpuh 3 Hari Rugi Rp1 Miliar
  • Curi Kabel Rp20 Juta, Produksi Nanas GGP Lumpuh 3 Hari Rugi Rp1 Miliar
  • Curi Kabel Rp20 Juta, Produksi Nanas GGP Lumpuh 3 Hari Rugi Rp1 Miliar

Posting Komentar