Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Angkut 15 Ribu Liter Air Sekali Terbang, Hercules Australia Perkuat Water Bombing di Kaltim

JAKARTA – Pemerintah Australia memberikan bantuan pesawat Hercules untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. Pesawat tersebut akan dikerahkan untuk memperkuat operasi pemadaman melalui pengeboman air atau water bombing.
Luas Lahan Terbakar Naik 53 Persen, BNPB Kerahkan Hercules Bantuan Australia ke Kaltim

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan bantuan pesawat Hercules menjadi tambahan kekuatan bagi pemerintah Indonesia dalam menangani kebakaran, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Menurut Berton, pesawat Hercules memiliki kapasitas angkut air sekitar 15 ribu liter dalam sekali operasi. Kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan armada pesawat yang selama ini digunakan untuk mendukung pemadaman karhutla.

"Pesawatnya 15 ribu liter sekali bawa. Itu sangat banyak dan tentu bisa berpengaruh positif ketika ada kebakaran di lahan-lahan," kata Berton dalam Update Info Bencana Terkini melalui kanal Youtube BNPB Indonesia, Jumat, 6 November 2026.

Ia menjelaskan, operasi bantuan pesawat Hercules tersebut direncanakan berlangsung selama tujuh hari. Meski demikian, pemerintah membuka kemungkinan memperpanjang masa operasi apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan dukungan tambahan.

Terkait pelaksanaannya, BNPB akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk mengatur wilayah operasi pesawat. Koordinasi tersebut diperlukan agar kegiatan pemadaman berjalan efektif sekaligus menghindari potensi kecelakaan di udara.

Berton menyambut baik dukungan Australia tersebut dan berharap bantuan itu dapat memberikan dampak positif terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Timur.

"Kami sangat mengharapkan memang bantuan Australia memberikan dampak terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Timur sebagai upaya tambahan dari pemerintah," lanjutnya.

Lebih lanjut, Berton menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia memiliki mekanisme tersendiri dalam menerima bantuan penanganan bencana dari negara lain. Mekanisme tersebut mencakup kesepakatan mengenai wilayah operasi hingga teknis pelaksanaan bantuan di lapangan.

Apabila diperlukan perpanjangan operasi, pemerintah akan mengevaluasi perkembangan kondisi kebakaran serta kebutuhan penanganan bersama kementerian dan lembaga terkait.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mengoptimalkan berbagai upaya pemadaman, baik melalui pengerahan personel darat maupun dukungan operasi udara, guna mencegah kebakaran semakin meluas.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Australia melepas armada udara Hercules C-130 dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis, 5 November 2026, menuju Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memadamkan titik api yang masih terpantau melalui operasi water bombing.

Pemilihan Kaltim sebagai lokasi operasi merupakan hasil observasi dan diskusi tim teknis kedua negara. Berdasarkan pemantauan BNPB, wilayah ini masih memiliki titik api dan pada, Kamis, 5 November 2026 berada di posisi kedua terbanyak setelah Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut sejalan dengan laporan harian Direktorat Koordinasi Operasi BNPB per 4 November 2026 pukul 18.00 WIB, yang mencatat luas lahan dalam penanganan di Kalimantan Timur naik 53 persen.(*)
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Angkut 15 Ribu Liter Air Sekali Terbang, Hercules Australia Perkuat Water Bombing di Kaltim
  • Angkut 15 Ribu Liter Air Sekali Terbang, Hercules Australia Perkuat Water Bombing di Kaltim
  • Angkut 15 Ribu Liter Air Sekali Terbang, Hercules Australia Perkuat Water Bombing di Kaltim
  • Angkut 15 Ribu Liter Air Sekali Terbang, Hercules Australia Perkuat Water Bombing di Kaltim
  • Angkut 15 Ribu Liter Air Sekali Terbang, Hercules Australia Perkuat Water Bombing di Kaltim
  • Angkut 15 Ribu Liter Air Sekali Terbang, Hercules Australia Perkuat Water Bombing di Kaltim

Posting Komentar