16 Koperasi Ikut Inkubasi LPDB-PIBI, Bappenas Tekankan Potensi Lokal Jadi Usaha Produktif
BANDUNG - Kementerian PPN/Bappenas mendorong koperasi di berbagai daerah memperluas kegiatan usaha ke sektor produksi agar tidak hanya menjadi tempat perdagangan dan distribusi barang, tetapi mampu menghasilkan produk dan menciptakan nilai tambah ekonomi.
Direktur Koperasi dan UMKM Bappenas, Mahatmi Parwitasari Saronto, mengatakan koperasi perlu menggali potensi ekonomi di wilayah masing-masing untuk menentukan jenis usaha yang dikembangkan agar terhubung langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Koperasi harus mampu membaca peluang di daerahnya. Potensi yang tersedia perlu dikembangkan menjadi kegiatan usaha produktif agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Mahatmi, Sabtu (31/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau Program Inkubasi Bisnis Koperasi 2026 yang diselenggarakan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi bersama Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBI) Ikopin.
Menurut Mahatmi, keberhasilan inkubasi tidak cukup diukur dari terlaksananya pendampingan, tetapi juga perkembangan usaha, peningkatan omzet, serta kemampuan koperasi menjalankan bisnis secara mandiri.
Program inkubasi yang dimulai Mei 2026 melibatkan 16 koperasi di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, terdiri dari 14 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan dua koperasi reguler.
Dari sisi bidang usaha, mayoritas masih bergerak di sektor perdagangan dan sembako sebanyak 12 koperasi, tiga koperasi di bidang pertanian dan agribisnis, serta satu koperasi di sektor peternakan.
Hasil pemantauan hingga 18 Oktober 2026 menunjukkan rata-rata indikator objective and key results (OKR) peserta mencapai 84,81 persen, meningkat dibandingkan September di angka 78,94 persen.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, mengatakan pendampingan diarahkan untuk membangun koperasi dengan fondasi bisnis kuat, tata kelola profesional, serta kemampuan mengembangkan usaha berkelanjutan.
"Kami ingin koperasi yang mengikuti inkubasi benar-benar memiliki perkembangan usaha. Bukan hanya mendapatkan pendampingan, tetapi juga mampu menjalankan bisnis secara konsisten," kata Deva.
Selain penguatan manajemen, LPDB juga mendorong peserta siap mengakses fasilitas pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperbesar skala usaha.(*)
