Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Viral! Korwil SPPG Purwakarta Diduga Cambuk Kepala SPPG

JAKARTA,BGN RI mengambil langkah penanganan internal, menyusul viralnya video dugaan kekerasan terhadap Kepala SPPG Purwakarta di KPPG Bogor, Jawa Barat. Korwil SPPG Purwakarta yang diduga melakukan pencambukan terhadap korban, akan menjalani proses sidang etik kepegawaian di tingkat pusat.
Viral! Korwil SPPG Purwakarta Diduga Cambuk Kepala SPPG

Kabiro SDMO BGN, Rahman mengatakan, penanganan kasus tersebut dilakukan setelah lembaganya menindaklanjuti hasil investigasi internal. Pemeriksaan etik akan dilaksanakan melalui Biro SDMO BGN Pusat dengan mengacu pada ketentuan kepegawaian yang berlaku.

"Sebagai tindak lanjut atas hasil investigasi, posisi yang bersangkutan sebagai Koordinator Wilayah Purwakarta akan dilakukan penanganan melalui sidang etik kepegawaian. Di Biro SDMO BGN Pusat sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Rahman dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu, 18 Oktober 2026.

Rahman menegaskan, setiap dugaan pelanggaran disiplin harus diproses secara objektif dengan mempertimbangkan fakta yang ditemukan selama pemeriksaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan kasus berlangsung secara proporsional sekaligus menjaga profesionalisme seluruh personel BGN.

"Setiap pegawai yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG memiliki kewajiban untuk menjaga integritas dan menaati aturan kepegawaian. Perbedaan pendapat maupun konflik antarpegawai tidak boleh diselesaikan melalui tindakan kekerasan, terutama ketika berada di lingkungan kerja," ucap Rahman.

Sementara, Jubir BGN, Tysa Novenny menyampaikan, pihaknya memberikan perhatian serius terhadap insiden yang terjadi di Kantor KPPG Bogor. BGN telah melakukan investigasi, menelusuri kronologi kejadian sekaligus mengumpulkan fakta terkait dugaan penganiayaan tersebut.

"BGN menaruh perhatian serius terhadap peristiwa yang terjadi di lingkungan KPPG Bogor, kami telah melakukan investigasi. Mendalami kronologi dan fakta-fakta terkait, setiap bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan," kata Tysa.

Dari hasil penelusuran sementara, BGN menemukan, Kepala KPPG Bogor dan Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) berada di kantor, tepatnya ketika perselisihan tersebut berlangsung.

Tysa menyebut pihak KPPG Bogor juga telah berupaya melerai kedua pihak saat pertikaian terjadi. BGN menegaskan bahwa penyelesaian persoalan internal harus dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan organisasi.

"Penanganan kasus ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kedisiplinan. Sekaligus, menjaga etika kerja personel yang menjalankan program MBG," ucap Tysa.

Kasus ini mencuat, setelah rekaman video memperlihatkan seorang pria diduga dicambuk pria lainnya di dalam sebuah ruangan beredar luas di medsos. Peristiwa tersebut disebut terjadi di lingkungan Kantor KPPG Bogor, Jawa Barat, dan kemudian mendapat perhatian dari jajaran pimpinan BGN.

Kepala KPPG Bogor Haidir membenarkan adanya peristiwa tersebut yang terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Pihaknya kemudian melakukan penanganan awal terhadap perselisihan yang melibatkan personel terkait.

Haidir menjelaskan, penyebab pertikaian yang berujung pada dugaan kekerasan masih dalam proses pendalaman. Meski demikian, pihak KPPG Bogor telah memberikan teguran keras kepada kedua personel yang terlibat.

"Pertama memang kemarin kami secara langsung sudah menegur dengan keras terhadap kedua SPPI tersebut dan menyampaikan bahwa itu tidak boleh terjadi," kata Haidir, Jumat, 16 Oktober 2026.

Selain memberikan teguran, Haidir mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan BGN di Jakarta untuk mendapatkan petunjuk penanganan lebih lanjut. Koordinasi itu juga dilakukan guna menentukan langkah disipliner yang dapat diberikan sesuai dengan hasil pemeriksaan.

"Kedua, kami juga berkoordinasi dengan pimpinan kami di Jakarta (Kepala BGN). Guna mendapatkan arahan, seperti apa nanti mungkin punishment yang akan diberikan," ucap Haidir.(*)

Hide Ads Show Ads