Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Sekda Jabar Herman Suryatman: Pencak Silat Tradisi Warisan Leluhur, Ada Tontonan dan Tuntunan

BANDUNG:  Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan pencak silat tradisi merupakan warisan leluhur yang wajib dijaga. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) se-Bandung Raya dan Pagelaran Pencak Silat Tradisi Gema Gaur Rasa, di Bandung.
Foto ilustrasi

Dalam sambutannya, Sekda yang tampil mengenakan kemeja putih dan iket Sunda putih itu menjelaskan, pencak silat memiliki dua nilai utama.

"Di dalam pencak silat ada dua hal yang kami tangkap. Pertama tontonan, membuat kita gembira. Kita melihat ada musiknya, ada lengkingan terompetnya dan itu indah dan itu membuat kita bahagia," ujar Herman dalam video yang diterima.

Kedua, lanjut dia, adalah tuntunan. Setiap jurus dalam pencak silat tidak lahir begitu saja.

"Semua jurus, tidak lahir dari langit begitu saja. Tapi berangkat dari perjalanan spiritual dan pasti ada maknanya. Maknanya bedah itu. Bagaimana seorang kesatria harus jujur, harus berani," tegasnya.

Menurut Herman, nilai kesatria dalam silat mengajarkan soft skill yang dibutuhkan generasi muda saat ini: kritis terhadap lingkungan, kreatif, mampu berkomunikasi dan berkolaborasi.

"Harus kritis terhadap lingkungannya, harus kreatif, harus bisa komunikasi, bisa berkolaborasi dan itu namanya soft skill dan itu modal anak kita untuk menjadi hebat ada di pencak silat," katanya.

Ia juga menyoroti tata titi atau etika dalam silat. Tidak ada ksatria yang memukul duluan. Prinsip silat adalah menjaga kehormatan, bukan mencari lawan.

"Dan tidak ada satria mukul duluan. Padahal jauh melampaui, kalau dalam bahasa Prabu, gagah tanpa lawan," ucap Sekda Jabar yang disambut tepuk tangan hadirin.

Pantauan di lokasi, acara diisi dengan penampilan berbagai paguron pencak silat tradisi dari Bandung Raya. Puluhan pesilat dengan seragam hitam dan ikat kepala khas unjuk kebolehan jurus di atas panggung dengan iringan kendang dan terompet pencak. Banner acara bertuliskan *"GEMA GAUR RASA" terpampang di belakang panggung.

Pelantikan KPSTI se-Bandung Raya ini diharapkan menjadi momentum penguatan kembali silat tradisi sebagai budaya Jawa Barat. Selain sebagai olahraga dan seni pertunjukan, silat tradisi juga menjadi ruang pembinaan karakter generasi muda di tengah gempuran budaya luar.

Seperti pesan Sekda Jabar, menjaga pencak silat berarti menjaga jati diri Sunda dan Indonesia.

Laporan: Redaksi Berita Pelita Karawang (*)

Hide Ads Show Ads