Bolu Kenong Kutawaluya, Kue Jadul yang Bertahan Ditengah Gempuran Kue Modern
Kutawaluya: Di tengah maraknya brownies, croissant, dan dessert kekinian, sebuah kue tradisional dari Kecamatan Kutawaluya, Karawang, tetap bertahan dan justru makin laris. Namanya Bolu Kenong.
Bentuknya mungil bulat seperti kenong, alat musik gamelan. Warnanya kuning keemasan. Rasanya manis gurih, tekstur kering di luar, empuk di dalam. Sekali gigit, langsung nostalgia ke era 80-90-an.
Bolu ini adalah ikon Kutawaluya. Kecamatan hasil pemekaran dari Rengasdengklok ini memiliki luas 48,67 km2 dengan 12 desa, dan hampir di setiap hajatan warga, Bolu Kenong wajib ada sebagai suguhan tamu bersama kopi hitam.
"Bolu jadul ini enak, manisnya pas, bikin nagih. Cocok buat cemilan keluarga, dari anak kecil sampai lansia suka," ujar salah satu penjual di Tokopedia yang telah menjual lebih dari 30.800 toples.
Pembuatannya masih tradisional. Bahan hanya telur, tepung terigu, dan gula pasir original tanpa pengawet. Dicetak dalam cetakan kenong kecil, dipanggang hingga matang sempurna.
Kini Bolu Kenong Kutawaluya dikemas modern dalam toples premium. Ada dua varian: toples 400 gram isi 45-50 biji dan toples 1000 gram isi sekitar 120 biji. Tahan hingga 5 hari di suhu ruang, harganya terjangkau mulai Rp20 ribu.
Dari dapur sederhana di Kutawaluya, Bolu Kenong telah menjelma menjadi oleh-oleh khas Karawang yang dikirim ke seluruh Jabodetabek. Ia membuktikan bahwa rasa autentik dan resep warisan, jika dijaga, tidak akan pernah kehilangan pasar.(*)

