Titik Panas Karhutla Sumatera Kembali Naik
Karawang : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peningkatan titik panas dan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera setelah beberapa hari terjadi hujan melalui intervensi operasi modifikasi cuaca (OMC).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan peningkatan titik panas terjadi setelah hujan yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
“Titik panas meningkat sebesar 139 titik sehingga hari ini terdapat 207 titik panas, sedangkan titik api sebanyak 12 titik,” kata Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers secara daring, Jumat, 28 Agustus 2026.
Lahan terbakar di wilayah tersebut diindikasikan lebih dari 16.465 hektare. Sementara itu, jarak pandang tercatat 5 kilometer. Di Jambi, BNPB juga mencatat peningkatan titik panas. Jumlahnya bertambah 14 titik menjadi 56 titik, sedangkan titik api tercatat sebanyak 6 titik.
“Luas lahan yang terbakar diindikasikan lebih dari 954 hektare, dengan jarak pandang 5 kilometer,” terangnya,
Berton menyampaikan masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut mengenai kondisi karhutla melalui situs sipongi.gakum.kehutanan.go.id. Situs tersebut memuat informasi lebih luas dan terperinci mengenai situasi terkini.
Selain itu, masyarakat dapat memantau indeks standar pencemaran udara melalui situs milik Kementerian Lingkungan Hidup.
“Peta ini menunjukkan indeks standar pencemaran udara dari Kementerian Lingkungan Hidup. Kita dapat melihat adanya kategori merah, hijau, dan kuning. Tentu bagi awak media ataupun masyarakat yang ingin melihat lebih jauh dan lebih detail mengenai lokasi serta kriterianya, dapat mengakses ispu.kemenlh.go.id,” lanjut Berton.
Berton juga menjelaskan peta prediksi sebaran polutan yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan peta tersebut, wilayah dengan warna paling hitam menunjukkan konsentrasi polutan asap yang sangat pekat.
“Selanjutnya, ini merupakan peta prediksi sebaran polutan yang disampaikan oleh BMKG. Titik atau daerah yang paling hitam menunjukkan bahwa di sana polutan asap sangat pekat. Kondisi tersebut terdapat di Kalimantan bagian tengah dan Kalimantan bagian barat, khususnya di bagian timur maupun bagian utara Kalimantan Barat. Arah angin membawa polutan tersebut ke arah utara,” jelasnya.
Penanganan karhutla saat ini dilakukan melalui operasi darat dan udara.
“Ini tetap kami sampaikan secara singkat saja karena operasi karhutla dilakukan melalui operasi darat maupun operasi udara,” pungkasnya (*).
