Presiden RI: Pemerintah Terus Kerja Keras Jalankan Tugas demi Kepentingan Nasional
Jakarta: Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) H. Prabowo Subianto, mengakui belum seluruh persoalan bangsa maupun janji pemerintah yang ia pimpin dapat diselesaikan dengan cepat. Namun, Presiden memastikan pihaknya akan terus bekerja keras menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai dengan berpegang teguh pada kepentingan nasional dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Hal tersebut disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/26).
“Saya kembali untuk menyampaikan apa yang telah kita kerjakan, apa yang mulai kita lihat hasilnya, dan apa yang masih harus kita selesaikan. Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum,” tegasnya, dilansir dari Info Publik.
Meski demikian, Presiden RI menilai sejumlah persoalan yang selama puluhan tahun dianggap rumit mulai dapat ditangani melalui keberanian mengambil keputusan, kerja keras, dan gotong royong berbagai unsur bangsa.
“Tetapi dalam waktu kurang dari dua tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai diselesaikan,” tambahnya.
Guna menjalankan tugas itu, pemerintahannya berpegang pada empat pedoman utama dalam menjalankan roda pemerintahan, serta menjadi landasan dalam menunaikan janji serta sumpahnya sebagai Presiden Republik Indonesia.
Pedoman pertama, pemerintah bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Kedua, pemerintah menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital atau the core and vital national interests. Salah satunya memastikan kekayaan Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“Hal ini termasuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.
Pedoman ketiga adalah mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Sementara pedoman keempat, pemerintah menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama dalam setiap pekerjaan, termasuk mempertimbangkan masa depan anak dan cucu mereka.
“Dalam bekerja, kami selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat, kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka,” tutupnya.
Empat pedoman itu, penting guna memastikan setiap kebijakan berorientasi pada kepentingan rakyat dan generasi mendatang.(*)
