Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Iran-Oman Sepakat Buka Kembali Selat Hormuz 60 Hari

Teheran :  Iran dan Oman dilaporkan telah mencapai kesepahaman mengenai rancangan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz selama 60 hari. Kesepakatan tersebut bertujuan memulihkan pelayaran di jalur perairan strategis yang menjadi salah satu rute perdagangan energi terpenting dunia.

Iran dan Oman telah mencapai kesepahaman tentang rancangan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz selama 60 hari dengan tujuan memulihkan pelayaran di jalur strategis tersebut.
Iran dan Oman telah mencapai kesepahaman tentang rancangan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz selama 60 hari dengan tujuan memulihkan pelayaran di jalur strategis tersebut.

Laporan tersebut disampaikan saluran berita Al Hadath dan Al Arabiya pada Kamis, 6 Agustus 2026 dengan mengutip sumber tingkat tinggi. Namun, kesepakatan tersebut masih membutuhkan persetujuan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sebelum diumumkan secara resmi.

Berdasarkan rancangan kesepakatan, kapal yang memasuki Selat Hormuz akan menggunakan jalur yang dekat dengan wilayah Iran. Sementara itu, kapal yang keluar dari selat akan menggunakan jalur yang dekat dengan Oman, dilansir dari Xinhua.

Sumber menyebut tidak akan ada biaya transit maupun biaya layanan yang dikenakan terhadap kapal yang melintas. Pihak-pihak regional juga dapat berpartisipasi dalam proses pembersihan ranjau laut serta prosedur teknis untuk mendukung keamanan pelayaran.

Setelah kesepakatan disetujui, Iran dan Amerika Serikat akan kembali pada nota kesepahaman perdamaian sebelumnya. Kedua negara juga akan mengaktifkan Paragraf 5 yang berkaitan dengan pembukaan kembali serta keamanan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.

Kontak tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung melalui mediator dan disebut telah memasuki tahap akhir. Proses komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya mencari solusi setelah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Iran sebelumnya memperketat kendali atas Selat Hormuz dengan membatasi jalur aman bagi kapal yang terkait dengan Israel dan Amerika Serikat. Langkah tersebut dilakukan setelah serangan gabungan kedua negara terhadap wilayah Iran.(*)

Hide Ads Show Ads