Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Dari Pengalaman Pahit, Korban Kecelakaan Titip Pesan Penting ke Driver Ojol: Utamakan Keselamatan

Tangerang:  Pengalaman pahit menjadi korban kecelakaan membuat sejumlah pengemudi ojol dan keluarga korban menitipkan pesan penting kepada para pengemudi ojek online (ojol): jangan pernah mengabaikan keselamatan saat berkendara.
Dari Pengalaman Pahit, Korban Kecelakaan Titip Pesan Penting ke Driver Ojol: Utamakan Keselamatan

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Gebyar Keselamatan Lalu Lintas di Indonesia Safety Driving Center (ISDC), Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (27/8/2026).

Salah satunya datang dari Deni, seorang pengemudi ojol penyandang disabilitas kaki yang pernah mengalami kecelakaan tunggal akibat mengantuk saat berkendara.

Deni mengingatkan para driver ojol agar tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh sudah lelah atau mengantuk.

Menurutnya, berhenti dan beristirahat sejenak jauh lebih aman dibandingkan terus berkendara demi mengejar order.

“Jangan dipaksa. Kalau ngantuk, tidur saja. Lima menit saja,” kata Deni.

Ia juga mengingatkan minum kopi bukan solusi utama guna mengatasi rasa kantuk saat berkendara. Pengemudi tetap membutuhkan istirahat agar kondisi tubuh kembali siap sebelum melanjutkan perjalanan.

Tak hanya soal kantuk, Deni juga meminta para driver ojol disiplin mematuhi aturan lalu lintas.

Ia secara tegas mengingatkan pengemudi untuk tidak melawan arus, sekalipun mendapat permintaan dari penumpang.

“Patuhi semua rambu-rambu lalu lintas. Jangan melawan arah. Kalau tamu bilang melawan arah, jangan pernah,” tegasnya.

Di balik pengalaman kecelakaan yang dialaminya, Deni mengaku tetap berusaha bangkit dan menjalani aktivitas sebagai pengemudi ojol demi keluarganya.

Ia meyakini profesi sebagai driver ojol tetap dapat menjadi jalan mencari rezeki selama dijalani dengan konsisten dan mengutamakan keselamatan.

“Tidak ada yang tidak mungkin kalau jadi ojol kalau kita konsisten. Jaga keselamatan, patuhi lalu lintas. Insya Allah rezeki tidak akan tertukar,” ujarnya.

Pesan keselamatan juga disampaikan Lina Marlina, istri almarhum Agus Sugiono yang merupakan pengemudi ojol.

Ia secara khusus mengingatkan para pengemudi ojol perempuan agar tidak mengabaikan perlengkapan keselamatan ketika berada di jalan.

Menurut Lina, perlengkapan seperti helm, jaket, dan sepatu merupakan bagian penting untuk melindungi diri saat bekerja.

“Biar lebih safety lagi kalau di jalan demi keselamatan. Karena kita mencari uang di jalan, cari makan di jalan. Jangan lupa helm, jaket, sepatu,” ujar Lina.

Sementara itu, Elda, istri almarhum Taufik Hidayat yang juga merupakan pengemudi ojol, turut menitipkan pesan kepada para mitra ojol agar menggunakan perlengkapan keselamatan dengan benar.

Ia meminta pengemudi memastikan helm terpasang dan terkunci dengan baik, serta menggunakan sarung tangan saat berkendara.

Pesan tersebut disampaikan Elda berdasarkan pengalaman kehilangan suaminya akibat kecelakaan lalu lintas.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali dialami oleh keluarga pengemudi ojol lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga tersambung dengan Rahman, seorang pengemudi ojol yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Rahman saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ananda Bekasi.

Meski masih berada di rumah sakit, Rahman tetap menunjukkan semangat dan memberikan dukungan kepada rekan-rekannya sesama pengemudi ojol.

Kisah para korban dan keluarga korban tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengemudi, terlebih bagi ojol yang menghabiskan banyak waktu di jalan.

Para pengemudi diimbau selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan kondisi fisik tetap fit, tidak memaksakan diri saat mengantuk, serta mematuhi aturan lalu lintas.

Sebab, mengejar satu order tidak sebanding dengan risiko kehilangan nyawa di jalan.(*)

Hide Ads Show Ads