Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Asap Tebal New York Diharapkan Reda Jelang Final Piala Dunia

New York: Beberapa hari terakhir, Kota New York mulai merasakan dampak asap kiriman dari kebakaran hutan di Kanada.

Asap Tebal New York Diharapkan Reda Jelang Final Piala Dunia
Asap Tebal New York Diharapkan Reda Jelang Final Piala Dunia

Asap tebal akibat kebakaran hutan di Kanada masih menyelimuti sebagian wilayah timur laut Amerika Serikat dan memicu peringatan kualitas udara yang tidak sehat.

Meski demikian, hujan lebat yang diperkirakan turun pada Sabtu (18/7/2026) waktu setempat serta datangnya front dingin diyakini akan membantu membersihkan udara sebelum final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Spanyol digelar Minggu (19/7/2026) waktu setempat.

Laga puncak Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Stadion New York-New Jersey dan diperkirakan dihadiri lebih dari 80.000 penonton. Selain itu, sekitar 50.000 orang diproyeksikan menyaksikan pertandingan melalui acara nonton bersama di Central Park, Manhattan.

Beberapa hari terakhir, Kota New York mulai merasakan dampak asap kiriman dari kebakaran hutan di Kanada. Otoritas setempat pun mengeluarkan peringatan kualitas udara dan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas berat di luar ruangan serta lebih sering beristirahat apabila harus beraktivitas di luar.

Pada Kamis (16/7/2026) waktu setempat, kualitas udara di New Jersey, lokasi stadion final, dikategorikan sebagai "tidak sehat bagi kelompok sensitif" oleh sejumlah platform pemantau kualitas udara.

Meski kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap penyelenggaraan pertandingan, prakiraan cuaca menunjukkan situasi akan membaik sebelum kick-off.

Meteorolog AccuWeather, Alex DaSilva, mengatakan hujan yang diperkirakan turun sepanjang Sabtu akan membantu menghilangkan sebagian besar asap yang menyelimuti kawasan New York.

"Wilayah yang memiliki konsentrasi asap paling tebal benar-benar dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Karena itu, mereka yang lebih sensitif atau memiliki masalah pernapasan sebaiknya tetap berada di dalam ruangan selama mungkin," kata DaSilva kepada Reuters, dikutip Jumat (17/7/2026).

Ia optimistis kondisi udara akan jauh lebih baik saat pertandingan berlangsung. "Akan turun hujan cukup lebat pada Sabtu sehingga dapat menghilangkan sebagian besar asap. Pada Minggu pagi, kami memperkirakan front dingin akan melintasi kawasan ini dan mendorong sisa asap keluar dari wilayah tersebut," ujarnya.

Gubernur New York Kathy Hochul juga mengingatkan bahwa asap kebakaran telah menciptakan kualitas udara yang tidak sehat di berbagai wilayah negara bagian New York. Ia mengimbau warga untuk sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan hingga kondisi membaik.

Fenomena asap lintas batas akibat kebakaran hutan di Kanada sendiri telah menjadi kejadian yang semakin sering terjadi setiap musim panas dalam beberapa tahun terakhir dan beberapa kali memengaruhi kualitas udara di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Risiko bagi Pemain Tetap Diwaspadai

Meski prakiraan cuaca menunjukkan perbaikan, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa para pemain tetap berpotensi menghadapi risiko apabila suhu panas dan sisa polusi udara masih bertahan saat pertandingan berlangsung.

Dokter spesialis paru sekaligus anggota dewan direksi American Lung Association, Dr. Vin Gupta, mengatakan kombinasi cuaca panas dan kualitas udara buruk dapat memberikan tekanan besar terhadap kondisi fisik atlet.

"Bukan hanya kualitas udaranya yang sangat buruk. Cuacanya juga panas, dan itu dapat memberikan tekanan yang sangat besar terhadap jantung. Kombinasi keduanya merupakan pukulan yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia," kata Gupta.

"Menjaga suhu inti tubuh serendah mungkin akan menjadi hal yang sangat penting," ia menambahkan.

Menurut Gupta, dua kali jeda minum yang selama ini diterapkan FIFA mungkin belum cukup apabila kondisi cuaca benar-benar ekstrem. Ia menilai pemain membutuhkan perhatian lebih terhadap hidrasi dan pendinginan tubuh agar dapat tampil dengan aman sepanjang pertandingan.

Tak hanya pemain, Gupta juga memberikan saran kepada para suporter, khususnya mereka yang memiliki gangguan kesehatan atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

"Jika Anda memiliki gangguan sistem imun karena alasan apa pun, pertimbangkan untuk menonton pertandingan dari rumah daripada datang langsung ke stadion. Bila memungkinkan, jual tiket Anda jika kualitas udara pada Minggu nanti masih buruk," ujarnya.

Sementara itu, DaSilva memperkirakan masyarakat tetap sebaiknya membatasi aktivitas luar ruangan pada Sabtu. Namun, ia meyakini risiko akan jauh lebih kecil ketika pertandingan dimulai pukul 15.00 waktu setempat.

"Kami akan melihat asap mulai bergerak keluar dari kawasan ini seiring memasuki akhir pekan," DaSilva menuturkan.(*)

Hide Ads Show Ads