Kode Keras, Tegas dan Lugas, Presiden Prabowo Sebut Polisi Harus Berpihak kepada Rakyat!!!
Jakarta : Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran kepolisian atas pengabdian mereka dalam menjaga keamanan serta membantu masyarakat, khususnya saat menghadapi bencana yang melanda sejumlah daerah.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo mengatakan bahwa kepolisian Indonesia memiliki akar sejarah yang berbeda dibandingkan institusi serupa di negara lain.
Menurutnya, Polri lahir dalam suasana perjuangan kemerdekaan dan turut mengangkat senjata mempertahankan kedaulatan bangsa.
“Polisi Indonesia punya kepribadian yang lain dari polisi negara-negara lain. Polisi kita lahir dalam kancah perang kemerdekaan. Polisi kita ikut perang untuk kemerdekaan,” ujarnya saat acara peresmian 1.072 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026.
Lebih lanjut, ia menuturkan karena lahir dari rakyat, maka polisi harus selalu berpihak kepada rakyat.
“Sebagaimana tentara Indonesia lahir dari rakyat, harus selalu menjadi tentara rakyat. Polisi kita lahir dari rakyat, harus selalu menjadi polisi rakyat,” tegasnya.
Mantan Menhan ini juga menyoroti pentingnya kehadiran negara melalui aparat di lapangan. Menurutnya, di wilayah terpencil sekalipun, masyarakat pertama kali merasakan negara hadir melalui sosok prajurit dan polisi.
Karena itu, Kepala Negara Indonesia ini mengingatkan agar setiap personel menghayati sumpah jabatan dan tanggung jawab yang dipikul.
“Kalau tentara dan polisi menghayati perannya, menghayati sumpahnya, tentara dan polisi akan menjaga dirinya di hadapan rakyat, selalu memberi yang terbaik untuk rakyat,” katanya.
Presiden Prabowo juga memberika apresiasinya kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) karena sudah peran aktif mereka dalam penanganan bencana.
Presiden Prabowo mengaku melihat langsung kerja keras aparat di lokasi terdampak.
“Saya keliling, saya melihat TNI, saya melihat Polri. Saya tanya, ‘Berapa lama kau di sini?’ Ada yang jawab sudah 20 hari, sudah tiga minggu, bahkan satu bulan,” ungkapnya.
Menurut Presiden Prabowo, dedikasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa negara tidak tinggal diam saat rakyat menghadapi kesulitan.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan musibah untuk menumbuhkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
“Ada orang-orang politik tertentu seolah girang dengan bencana. Dengan bencana, mereka ingin bikin suasana ketidakpercayaan kepada pemerintah, ketidakpercayaan kepada Republik Indonesia,” ujarnya.
Presiden Prabowo mengakui bahwa aparat kerap menjadi sasaran kritik. Namun ia meminta seluruh jajaran tetap tabah dan tidak patah semangat.
“Jadi sasaran bulan-bulanan itu risiko. Yang penting niat baik, pengorbanan untuk bangsa dan negara,” katanya.



