Wamen LH Ingatkan Aksi Pemulihan Lingkungan Jadi Syarat Mutlak Keberlangsungan Hidup Manusia
Jakarta. Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono mengingatkan bahwa aksi pemulihan lingkungan bukan hanya pilihan, tetapi juga syarat mutlak bagi keberlangsungan hidup manusia.
"Kita harus hidup berdampingan dengan pohon dan idealnya setiap orang menanam setidaknya satu pohon. Karena oksigen adalah kebutuhan dasar manusia, maka kalau ada yang tidak pernah menanam pohon, itu bukan manusia," ungkap Wamen LH, Selasa (13/1/2026).
Ia menyoroti bahwa satu manusia membutuhkan sekitar 0,5 kilogram oksigen per hari, sementara satu pohon mampu memproduksi hingga 1,2 kilogram oksigen setiap hari. Rasio itu menunjukkan betapa bergantungnya eksistensi manusia pada kelestarian flora.
Menurut Wamen LH, menanam pohon adalah bentuk nyata dari rasa kemanusiaan dan tanggung jawab terhadap krisis iklim yang kini sedang melanda dunia.
Senada dengan Wamen LH, Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Transisi Energi Hashim Djojohadikusumo memaparkan fakta bahwa Indonesia kerap menjadi korban dari dampak perubahan iklim yang penyebab utamanya justru berasal dari negara-negara maju.
Hashim menyebutkan adanya ketimpangan emisi karbon yang mencolok. Rata-rata warga Indonesia menghasilkan 3 ton emisi per tahun, sementara warga di negara maju dapat menghasilkan hingga 13 ton emisi per tahun per jiwa.
"Seperti yang disampaikan Wamen LH, perubahan iklim tidak bisa ditanggapi dalam waktu dekat. Karena penyebab perubahan iklim terjadi di belahan bumi lain. Ini fakta yang pahit bagi Indonesia," kata Hashim Djojohadikusumo.(*)

