Presiden Prabowo Prioritaskan Pemulihan Bencana di Wilayah Terdampak
Aceh : Presiden berkomitmen tinjau langsung lokasi bencana meski terkendala jangkauan (1/1/26).
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan pascabencana di wilayah Sumatra.
Dalam kunjungan kerjanya, Kepala Negara menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena belum dapat menjangkau seluruh titik terdampak banjir dan tanah longsor secara merata di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat koordinasi terbatas mengenai pembangunan hunian Danantara di Aceh Tamiang, Kamis 1 Januari 2026.
Presdien Prabowo mengakui adanya harapan besar dari berbagai kepala daerah agar pemerintah pusat meninjau langsung kondisi di lapangan.
"Saya menerima laporan dari Mendagri dan para Gubernur bahwa banyak kabupaten yang menanyakan kehadiran Presiden. Saya memohon maaf karena belum bisa mengunjungi semua titik lokasi secara bersamaan," ujar Kepala Negara di hadapan para pemangku kepentingan.
Skala Prioritas Penanganan
Presiden menjelaskan bahwa mobilitas kepresidenan saat ini difokuskan pada wilayah dengan tingkat kerusakan paling signifikan.
Aceh Tamiang menjadi salah satu fokus utama, di mana tercatat Presiden telah melakukan kunjungan sebanyak empat kali guna memastikan proses pemulihan berjalan sesuai rencana.
Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa pemilihan lokasi kunjungan didasarkan pada saran teknis mengenai urgensi kegiatan di lapangan.
Meski demikian, ia memastikan bahwa koordinasi dengan kementerian terkait terus dilakukan untuk menjangkau wilayah lainnya.
"Saya telah menginstruksikan Mendagri dan berkoordinasi dengan Gubernur untuk menjadwalkan kunjungan ke daerah-daerah dengan dampak bencana yang besar," tambahnya.
Apresiasi Percepatan Infrastruktur
Sebelum bertolak ke Aceh, Presiden meninjau kemajuan pemulihan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, pada Rabu 31 Desember 2025.
Ia memberikan apresiasi tinggi atas kinerja lintas lembaga yang berhasil membuka akses wilayah terisolasi dalam waktu singkat.
Salah satu capaian yang disoroti adalah pembangunan jembatan darurat yang rampung hanya dalam sepuluh hari, jauh lebih cepat dari estimasi normal yang biasanya memakan waktu hingga satu bulan.
"Ini adalah wujud kerja keras kolektif antara TNI, Polri, masyarakat, Kementerian PU, hingga BNPB. Kehadiran seluruh lembaga di lapangan menunjukkan sinergi yang kuat," kata Presiden.
Komitmen Rekonstruksi Hunian
Menutup agenda tahun 2025 di tengah masyarakat terdampak, Presiden Prabowo kembali menyampaikan rasa duka mendalam bagi para korban.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah di awal tahun 2026 ini adalah pembangunan kembali rumah-rumah warga yang hancur.
"Pemerintah bertekad untuk segera mengganti dan memperbaiki hunian warga yang rusak. Melihat progres yang ada, saya optimistis proses pemulihan keadaan akan berjalan dengan cepat," pungkasnya.(*)

