Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Menkes: Super Flu Tak Mematikan Seperti COVID-19

Jakarta: Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menegaskan varian influenza A(H3N2) subclade K tidak lebih mematikan dibandingkan influenza biasa maupun COVID-19. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan menjaga kesehatan agar daya tahan tubuh tetap optimal.(5/1/26).
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam salah satu kunjungan kerjanya ke RS Fatmawati Jakarta, Rabu (8/10/2025) (Foto: Biro Humas Kemenkes)

“Apakah ini mematikan seperti COVID? Tidak. Yang penting buat teman-teman, jaga kesehatan, imunitasnya, istirahatnya cukup, sehingga kalau kena sama seperti flu biasa, bisa kembali lagi,” ucap Menkes Budi dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Ia kembali menekankan agar masyarakat tidak berlebihan menyikapi kemunculan subclade K. “Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya, ini adalah flu biasa, influenza H3N2,” ujarnya.

Budi menjelaskan, subclade K merupakan salah satu varian influenza tipe A dengan subtipe H3N2. Pola kemunculan varian ini disebut serupa dengan dinamika varian COVID-19 di masa pandemi.

Ia menambahkan, virus H3N2 setiap tahun cenderung meningkat di negara empat musim, khususnya saat musim dingin. Sementara di Indonesia, peningkatan kasusnya dinilai tidak terlalu signifikan.

Terkait pencegahan, Menkes mengingatkan penularan influenza, termasuk subclade K, terjadi melalui udara. “Jadi, ya kalau kita ngerasa teman-teman kita ada yang batuk-batuk, ada demam, ya amannya pakai masker,” kata Budi.

Menurutnya, sistem imun tubuh memegang peran utama dalam melawan infeksi influenza. Selama daya tahan tubuh terjaga, flu umumnya dapat diatasi secara mandiri.

“Jadi teman-teman yang paling penting, makan cukup, tidur cukup, dan olahraga yang cukup, supaya imun sistemnya bagus, jadi ini bisa dilawan. Tidak mematikan seperti COVID atau TBC atau penyakit-penyakit penularan,” ucapnya.

Secara global, peningkatan kasus influenza A(H3) dilaporkan terjadi di Amerika Serikat sejak pekan ke-40 tahun 2025 seiring masuknya musim dingin. Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh US CDC pada Agustus 2025 dan telah ditemukan di sekitar 80 negara.

Di kawasan Asia, sejumlah negara juga melaporkan temuan subclade K sejak Juli 2025, termasuk China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand. Meski demikian, tren kasus influenza di kawasan ini tercatat menurun dalam dua bulan terakhir.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI dr Prima Yosephine menegaskan subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul masih serupa dengan flu musiman.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar Prima dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu (31/12/2025).(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads