Sampah Lintas Daerah di Kali Jambe, Pemkab Bekasi Dorong Pintu Beton di Perbatasan
BEKASI - Menangani persoalan tumpukan sampah di kawasan KM 19 ruas Tol Jakarta-Cikampek, Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) turun langsung meninjau kondisi Kali Jambe, Jumat (30/10/2026).
Keduanya memastikan percepatan penanganan melalui normalisasi sungai, pengangkutan sampah, serta koordinasi lintas daerah agar persoalan sampah dari hulu hingga hilir ditangani terpadu.
Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan penanganan Kali Jambe membutuhkan kerja sama sejumlah pihak karena aliran sampah berasal dari hulu hingga hilir, diduga dari kawasan Sumur Batu dan Bantargebang yang mengalami kelebihan kapasitas pengelolaan.
"Untuk penanganannya, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,3 miliar untuk kegiatan normalisasi. Setelah normalisasi, sampah yang terkumpul akan diangkat dan ditangani bersama Balai Wilayah Sungai untuk dibawa ke lokasi pengelolaan sesuai koordinasi lintas daerah," ujar Asep.
Ia menambahkan, aliran Kali Jambe bermuara hingga Kali CBL, sehingga penanganan harus menyasar sumber di hulu, termasuk rencana pemasangan jaring sampah dan pembenahan IPAL yang telah dikoordinasikan dengan Pemkot Bekasi.
Sementara Kepala DLH Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, menyebut volume sampah liar di KM 19 diperkirakan mencapai 1.200 meter kubik. Penanganannya kolaboratif melibatkan Pemkab Bekasi, Pemkot Bekasi, PSDA Jabar, dan DKI Jakarta.
Untuk pengangkutan, Pemkab menyiapkan 50 hingga 60 armada dump truck yang dijadwalkan beroperasi pada Minggu agar tidak mengganggu pelayanan persampahan rutin, dengan tujuan akhir ke Aspex Kumbong dan dukungan pembebasan tipping fee melalui koordinasi dengan Kementerian LH.
Syafri juga menyoroti perlunya pintu penahan sampah permanen berbahan beton di titik nol kilometer perbatasan aliran sungai Kota dan Kabupaten Bekasi agar sampah dari hulu tertahan sejak awal.(*)
