300 Petani Cikumpay Kehilangan Lahan Garapan, Mengadu ke Om Zein Minta Musyawarah Ulang
PURWAKARTA – Suasana haru mewarnai pertemuan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, dengan ratusan petani penggarap lahan perkebunan PTPN I Regional 2 Kebun Cikumpay.
Bahkan, salah seorang petani tak kuasa menahan tangis hingga bersimpuh di kaki Om Zein demi menyampaikan nasibnya setelah kehilangan lahan garapan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.
Para petani tersebut mendatangi Bupati Purwakarta untuk mengadukan persoalan pengambilalihan lahan garapan oleh pihak PTPN. Mereka mengaku kehilangan mata pencaharian setelah lahan yang selama bertahun-tahun digarap kini tak lagi bisa mereka manfaatkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah petani yang terdampak mencapai sekitar 300 orang. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Desa Cimahi, Cikumpay, Campaka, Cijaya, dan Kertamukti.
Dalam pertemuan tersebut, para petani menyampaikan keberatan atas keputusan yang dinilai belum mempertimbangkan perjuangan dan kerugian materiil selama membuka lahan perkebunan yang sebelumnya berupa belantara.
Persoalan ini merupakan buntut dari pertemuan antara pihak PTPN dan para penggarap pada 12 Oktober 2026 di Kantor Kecamatan Campaka.
Dalam notula pertemuan tersebut, terdapat empat poin kesepakatan, di antaranya PTPN tidak memberikan kompensasi atau ganti rugi kepada penggarap, mengusulkan pembentukan koperasi untuk membuka lapangan pekerjaan, serta memberdayakan masyarakat dalam program penanaman karet.
Namun, para penggarap menilai hasil pertemuan tersebut tidak mencerminkan kesepakatan bersama. Mereka bahkan secara resmi melayangkan surat penolakan kepada pihak PTPN Regional 2 Kebun Cikumpay pada 15 Oktober 2026.
Salah seorang perwakilan petani mengungkapkan, persoalan yang mereka hadapi bukan sekadar kehilangan lahan, melainkan juga hilangnya sumber penghasilan yang selama ini menopang kehidupan keluarga.
Mereka mengaku telah mengeluarkan biaya besar dan mengerahkan tenaga untuk membuka lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi area garapan.
Ketua Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Campaka, Komarudin, SH, yang mendampingi para petani, mengatakan kedatangan mereka menemui Om Zein merupakan upaya mencari solusi atas persoalan yang belum menemukan titik temu.
"Kami datang ke Om Zein sebagai bapaknya masyarakat Purwakarta. Kami hanya mempertanyakan nasib petani kecil ini mau dibawa ke mana ke depannya. Kami minta Pemkab Purwakarta bisa memfasilitasi musyawarah ulang yang adil dan mempertimbangkan kerugian materiil petani yang sudah puluhan tahun menggarap," ujar Komarudin.
Para petani berharap pemerintah daerah dapat menjadi penengah dalam persoalan tersebut. Mereka meminta adanya pembahasan ulang bersama pihak PTPN agar nasib ratusan penggarap tidak berakhir tanpa kejelasan.
Sementara itu, hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak PTPN Regional 2 Kebun Cikumpay terkait tuntutan para penggarap tersebut.(*)
