Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

PT Pindo Deli Buka Suara Soal Puluhan Warga Kutamekar-Kutanegara Keracunan, Sebut Kaporit Terkena Air Hujan

KARAWANG – Manajemen PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2 akhirnya buka suara terkait insiden yang menyebabkan puluhan warga di Desa Kutamekar dan Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, mengalami keracunan pada Kamis (29/10/2026).
PT Pindo Deli Buka Suara Soal Puluhan Warga Kutamekar-Kutanegara Keracunan, Sebut Kaporit Terkena Air Hujan



Head Sustainability PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, Mei Yudi Pransuri, menyebut insiden tersebut disebabkan oleh dekomposisi produk kaporit yang terkena air hujan di area pabrik.

“Terjadi dekomposisi produk kaporit karena air hujan yang terjadi di pabrik PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2,” ujar Mei dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi Kamis (29/10/2026).

Mei menjelaskan, terhadap masyarakat yang terkena dampak, pihak manajemen telah bekerja sama dengan aparat dan pemerintah daerah setempat untuk melakukan penanganan sesuai prosedur.

“Terhadap masyarakat yang terkena dampak Management PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills bekerja sama dengan aparat dan pemerintah daerah setempat telah dan terus melakukan penanganan dan tindakan yang diperlukan sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

Kronologi Kejadian

Mei mengungkap kronologi bermula dari rencana pengiriman produk kaporit ke customer yang akan dilaksanakan pada 29 Oktober 2026 pada shift pagi. Persiapan telah dilakukan pada shift sebelumnya dengan memisahkan produk yang akan dikirim di dekat area pra-loading.

“Terhadap material yang dipindahkan ke area pra-loading dilakukan penutupan dengan terpal dan palet kayu, namun terjadi hujan yang cukup lebat disertai angin kencang sehingga ada air hujan yang mengenai produk kaporit,” jelas Mei.

Kemudian pada pukul 04.52 WIB, pihak warehouse kaporit melaporkan munculnya asap dan bau yang menyengat dari area pra-loading.

Sekitar pukul 04.55 WIB, tim pemadam kebakaran internal dibantu tim supporting datang melakukan penyemprotan ke arah sebaran gas untuk menekan penyebaran gas.

“Sedangkan titik terjadinya sumber asap dilakukan penanganan dengan cara penimbunan pasir untuk menghentikan terjadinya dekomposisi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga yang terdampak dilaporkan masih mendapatkan perawatan medis, sementara pihak perusahaan bersama Muspika dan Pemda Karawang masih melakukan pendataan dan pemantauan di dua desa tersebut.(*)

Hide Ads Show Ads