Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

MELEDAK! Dedi Mulyadi Bongkar Bank Emok di Depan OJK: Yang Resmi Dipersulit, Yang Gelap Malah Bebas Berkeliaran

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meledak di depan petinggi OJK dan perbankan. Pria yang akrab disapa KDM itu membongkar borok sistem keuangan di Jawa Barat yang dinilai aneh dan tidak adil.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bongkar habis bank emok & koperasi bodong di depan OJK! 

Di hadapan forum Inklusi Keuangan OJK, KDM menyebut usaha resmi di Indonesia justru dibuat paling rumit. Sebaliknya, bank-bank gelap, bank emok, pinjol, hingga koperasi bodong dibiarkan bebas tanpa pengawasan.

"Indonesia ini negeri aneh harus diperbaiki. Yang usaha resmi memenuhi prosedur itemnya banyak banget, jujur Pak. Perbankan item dari OJK-nya panjang, pembinaannya sering, tegurannya luar biasa. Tapi yang bank-bank gelap itu di mana-mana tidak ada yang negur, tidak bayar pajak, tidak ada pengawasnya, bebas Pak," tegas Dedi di podium, disambut tepuk tangan.

KDM bahkan memperingatkan bahaya ekonomi hitam yang menguasai ekonomi putih. Jika iklim ini dibiarkan, semua orang akan ambil jalan pintas: berbisnis gelap karena lebih mudah dan tidak dikejar pajak.

BONGKAR MODUS KOPERASI BODONG Rp400 MILIAR

Yang paling mengejutkan, KDM membongkar praktik koperasi dan UMKM bodong yang merugikan rakyat. Modusnya, ada koordinator yang mengatasnamakan kelompok tani, nelayan, dan pengrajin untuk mengajukan kredit UMKM hingga ratusan miliar.

"Atas nama UMKM seratus miliar per kelompok, sepuluh juta, tiga puluh juta, sampai angka empat ratus miliar. Siapa yang menikmati? Mereka yang mengorkestrasinya. Nyampai ke petani cuma empat juta. Begitu bank nagih, dia bilang saya terimanya cuma segitu, orangnya sudah nggak ada," ungkapnya.

Ia menyebut ini sebagai ulah *kelas menengah manipulatif* yang pintar meyakinkan bank tapi menyengsarakan warga.

KENAPA BANK EMOK LAKU?

KDM juga menyentil mentalitas kredit di Jawa Barat. Menurutnya, warga takut tidak bayar bank emok karena nagihnya ngancam, takut tidak bayar pinjol karena akan dipermalukan di medsos. Tapi kalau pinjam uang pemerintah tanpa bunga, malah macet 75 persen dan dikorupsi.

"Kalau pinjam ke bank emok 10 persen bayar kenapa nagihnya ngancam. Kalau ke pinjol bayar juga karena nanti disebarin dipermalukan. Tapi kalau pinjam pemerintah tanpa bunga, korupsi gede. Pejabat mah gede korupsina, urang mah duit nagara diputihkeun," sindir KDM dalam bahasa Sunda.

COPET 10 RIBU DIGEBUKIN, KORUPSI 900 MILIAR BEBAS

Di akhir pidatonya, KDM menyoroti problem hukum. Orang yang niatnya jelas mau menjebol bank bisa menang di pengadilan karena kuat pengacara dan punya jaringan hukum.

"Copet sepuluh ribu perak digebukin, sembilan ratus miliar bebas di pengadilan. Kan ini fakta," pungkasnya.

KDM pun mengajak OJK dan perbankan untuk turun langsung ke rakyat, jangan hanya duduk pakai dasi menunggu proposal ACC sambil dikasih makan bakso dan kopi. (Red)

Hide Ads Show Ads