Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Gagah! Kapal Induk Raksasa AS USS Abraham Lincoln Sandar di Thailand Usai Misi Bersejarah

LAEM CHABANG,  Kapal induk bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (CVN-72), bersandar di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, sejak Rabu 14 hingga Minggu 18 Oktober 2026.
Gagah! Kapal Induk Raksasa AS USS Abraham Lincoln Sandar di Thailand Usai Misi Bersejarah

Kedatangan kapal tempur raksasa ini mengakhiri masa tugas panjang selama 286 hari berlayar di laut lepas, termasuk menjalankan misi tempur dan pemblokiran di kawasan Timur Tengah.

Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung lima hari ini difokuskan sebagai agenda rehat dan pemulihan logistik (rest and recuperation) bagi sekitar 5.000 personel angkatan laut dan marinir di dalamnya.

Komandan Carrier Strike Group 3, Laksamana Muda Robert E. Loughran, menyatakan pengerahan ini mencatatkan rekor baru bagi masa tugas armada AS di era modern.

"Kedatangan kami di Laem Chabang memberikan kesempatan yang sangat layak bagi para pelaut dan marinir kami untuk beristirahat serta mengisi ulang energi," ujar Loughran dikutip dari Reuters.

"Apa yang telah dicapai armada tempur ini sungguh bersejarah. Saya sangat bangga atas profesionalisme luar biasa yang ditunjukkan oleh setiap anggota tim," lanjutnya.

Kapal penjelajah berpeluru kendali USS Frank E. Petersen Jr. turut mendampingi dengan berlabuh di kawasan Sri Racha, sekitar 10 kilometer dari lokasi kapal induk.

Kedatangan armada tempur terbesar AS ini disambut positif otoritas lokal. Pemerintah Kota Pattaya mengantisipasi dampak ekonomi jangka pendek dari keberadaan ribuan personel militer AS.

Wali Kota Pattaya, Poramase Ngampiches, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan armada bus penjemput untuk mengangkut personel menuju pusat kota. Namun, otoritas tetap memberlakukan batasan aktivitas ketat.

"Ada lokasi dan kegiatan tertentu yang dilarang untuk diikuti oleh para personel, seperti segala jenis olahraga air, jet ski, bungee jumping, hingga gulat dan tinju," tutur Poramase.

Kepolisian setempat meningkatkan patroli di titik keramaian dan pusat hiburan malam. Pemerintah Thailand menegaskan persinggahan armada sekutu ini murni bagian dari komitmen kerja sama pertahanan bilateral yang telah terjalin sejak 1954, serta tidak berkaitan langsung dengan dinamika politik di Timur Tengah.(*)

Hide Ads Show Ads