Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

10.000 Porsi Nasi Jamblang di HSN 2026 PCNU Cirebon, Bidik Rekor MURI dan ORI

Cirebon : Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon menargetkan 6.600 peserta dari 300 tim untuk gerak jalan bersarung di Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

10.000 Porsi Nasi Jamblang di HSN 2026 PCNU Cirebon, Bidik Rekor MURI dan ORI

Target tersebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang diikuti hampir 100 tim dengan total sekitar 2.200 peserta.

"Gerak jalan bersarung menjadi salah satu kegiatan unggulan. Tahun lalu hampir 100 tim ikut serta, dengan total sekitar 2.200 peserta. Tahun ini kami menargetkan 300 tim, atau sekitar 6.600 peserta," ujar Ketua Organizing Committee (OC) HSN PCNU Kabupaten Cirebon, KH. Mohammad Luthfi NZ, dalam konferensi pers di Kantor PCNU Kabupaten Cirebon, Selasa (20/10/2026).

PCNU Kabupaten Cirebon menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan HSN 2026. Puncak peringatan HSN 2026 dijadwalkan pada 14 November 2026 di lapangan depan Gelanggang Olahraga (GOR) Mbah Muqoyyim, Pondok Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon.

Panitia juga menyiapkan makan bersama dengan menu nasi jamblang yang ditargetkan melibatkan 10.000 orang. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan dan melestarikan kuliner khas Cirebon.

"Melalui makan bersama nasi jamblang, kami ingin memperkenalkan sekaligus melestarikan kuliner khas Cirebon. Kami juga berharap kegiatan ini dapat membuka peluang pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atau Original Rekor Indonesia (ORI)," kata Kiai Luthfi.

Rangkaian HSN 2026 PCNU Kabupaten Cirebon juga diisi pelatihan multimedia, bahtsul masail, lomba film dokumenter bertema pesantren dan kiai, Musabaqah Hifzhil Quran, serta Halaqah 500 Kiai.

Panitia turut menyiapkan ziarah ke makam para masyayikh, santunan anak yatim, dan bazar yang melibatkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Steering Committee (SC) HSN PCNU Kabupaten Cirebon, KH. Salman Al Farisi, mengatakan HSN menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pesantren secara lebih luas kepada masyarakat.

"Pesantren saat ini tidak lagi dapat dipandang sebagai lembaga pendidikan dengan keterbatasan fasilitas. Pesantren mampu melahirkan generasi berkarakter, berwawasan luas, dan siap bersaing dengan lulusan lembaga pendidikan lainnya," ujarnya.

Menurutnya, rangkaian kegiatan ini menjadi ruang untuk menunjukkan peran pesantren dalam membentuk generasi yang berkarakter kuat sekaligus mampu menghadapi perkembangan zaman.

Sekretaris PCNU Kabupaten Cirebon, KH. Asep Saepuloh, menjelaskan bahwa puncak HSN digelar 14 November 2026 karena apel HSN pada 22 Oktober sudah dijadwalkan di tingkat kecamatan, kabupaten, serta oleh Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat.

"Pelaksanaan puncak kami jadwalkan pada 14 November karena pada 22 Oktober sudah ada agenda apel HSN di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun kegiatan Kementerian Agama Jawa Barat," katanya.

PCNU Kabupaten Cirebon membawahi 40 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU). Setiap kecamatan juga diberi ruang menggelar peringatan HSN secara mandiri sebelum seluruh unsur berkumpul di puncak acara di Pondok Pesantren Buntet.

PCNU Kabupaten Cirebon berharap HSN 2026 tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum memperkuat peran santri, mempererat kebersamaan, dan mendekatkan pesantren dengan masyarakat. Keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal juga diharapkan memperluas manfaat HSN bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Cirebon.(BK)

Hide Ads Show Ads