Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Resmi Dibuka, MTQ 2026 Diawali Khataman Akbar, Berikut Harapan Menag Umar

Semarang; Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional di Semarang dibuka, Sebelum proses pembukaan, digela Khataman Akbar dan Silaturahmi Ahlul Quran se-Jawa Tengah di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang.(12/9/28).

Menag Nasaruddin Umar

Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa ketertarikan masyarakat global terhadap Al-Qur'an saat ini semakin tinggi, tidak hanya mencakup aspek keagamaan, melainkan juga ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, pengkajian Al-Qur'an di Indonesia perlu terus dinaikkan tarafnya, dari sekadar pemahaman tekstual menuju pemahaman yang kontekstual dan komprehensif.

"Semakin hari semakin banyak orang yang tertarik untuk mengkaji dan mendalami Al-Qur'an. Maka dari itu, mari kita terus meningkatkan pembacaan dan pendalaman kita. Pemahaman Al-Qur'an itu berlapis, mulai dari ibaratul quran (membaca teks), isyaratul quran (memahami makna), lathaiful quran (menghayati), hingga haqa'iqul quran (memahami hakikat)," terang Menag di Kampus Unissula Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Menag menekankan pentingnya membekali para ahli Al-Qur'an dengan Ushul Fiqh. Pendekatan ini dinilai vital untuk mencegah pemahaman keagamaan yang sempit dan radikal.

Menurutnya, dalam beragama, umat Islam berpegang pada dua hukum yang saling berkaitan dan berasal dari Allah, yakni hukum tasyri' (hukum syariat yang tertuang dalam Al-Qur'an) dan hukum takwini (hukum alam atau natural sciences).

"Dua hukum ini perlu kita terapkan dalam diri kita secara bersamaan. Tidak boleh timpang satu sama lain. Tidak bisa memahami Al-Qur'an secara harfiah tanpa ilmu alat yang memperdalam pemahaman kita," urainya.

Sinergi yang terbangun antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi keagamaan seperti JQHNU dalam acara ini menjadi bentuk kerja nyata kelembagaan dalam membina umat. Fasilitasi keilmuan semacam ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Provinsi Jawa Tengah.

Menag berharap penyelenggaraan MTQ Nasional ke-31 di Semarang tidak hanya sukses secara seremonial, tetapi juga membawa keberkahan dan kebaikan bagi bangsa.




"Semoga penyelenggaraan MTQ ini juga sekaligus berfungsi sebagai tolak bala. Kita berdoa agar musibah-musibah yang terjadi di Indonesia dapat berhenti, serta membawa keberkahan yang membasahi ladang para petani kita," tutup Menag yang diakhiri dengan doa bersama untuk para guru dan ulama pendahu.(*)

Hide Ads Show Ads