Menkeu dan Sultan HB X Luncurkan Becak Listrik untuk Pariwisata Yogyakarta
Yogyakarta; Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan program Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong pengembangan transportasi wisata yang ramah lingkungan.
![]() |
| Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan program Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) |
Program yang diinisiasi melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan tersebut tidak hanya menghadirkan armada becak listrik, tetapi juga didukung ekosistem pendukung berupa 12 stasiun pengisian daya, satu bengkel bergerak, delapan baterai cadangan, serta bengkel induk di SMK Negeri 3 Yogyakarta.
Sebanyak 80 pengayuh becak menjadi penerima manfaat program ini. Pada peluncuran yang digelar di Yogyakarta, 15 pengayuh becak hadir sebagai perwakilan penerima manfaat.
Selain menjadi moda transportasi wisata, becak listrik juga akan terintegrasi dengan layanan digital melalui aplikasi JogjaKita untuk memudahkan wisatawan mengakses layanan transportasi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan program Bekalista menjadi contoh pemanfaatan kebijakan fiskal yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata.
"Program ini tidak hanya menghadirkan inovasi transportasi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi para pengayuh becak agar tetap memiliki penghasilan sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Yogyakarta," ujar Purbaya.
Seluruh proses pembangunan ekosistem Bekalista melibatkan tenaga kerja lokal Yogyakarta, mulai dari proses fabrikasi, perakitan kendaraan, sistem kelistrikan, hingga pengembangan teaching factory di SMK Negeri 3 Yogyakarta.
Ketua Paguyuban Becak Kayuh Yogyakarta, Paimin, menyambut baik hadirnya program tersebut. Menurutnya, becak listrik akan membantu meringankan beban para pengayuh sekaligus mempertahankan keberadaan becak sebagai salah satu ikon wisata Yogyakarta.
"Kami berharap inovasi ini dapat meningkatkan kenyamanan pengemudi maupun wisatawan, sekaligus menjaga becak tetap menjadi bagian dari identitas Kota Yogyakarta," kata Paimin.
Pemerintah berharap program Bekalista dapat menjadi model pengembangan transportasi wisata yang lebih modern, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para pengayuh becak tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat pada moda transportasi tradisional tersebut.(*)
