Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Menhaj Tekankan Budaya Evaluasi Terbuka untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Haji

Karawang: Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menekankan pentingnya membangun budaya evaluasi yang jujur, terbuka, dan berkelanjutan bagi seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Hal ini disampaikan dalam arahannya pada kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Sorong, Papua Barat Daya.
 
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf. (Foto: Kemenhaj RI)
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf. (Foto: Kemenhaj RI)

Menhaj menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M harus menjadi pijakan untuk perbaikan, bukan sekadar ajang membanggakan diri.

"Masa puji-pujian sudah selesai. Sekarang saatnya kita fokus pada evaluasi. Kementerian yang baik bukan yang sibuk berbangga diri, tetapi kementerian yang terus memperbaiki diri," ujar Menhaj dalam keterangan pers, Sabtu, 18 Juli 2026.

Kunjungan Perdana ke Papua Barat Daya

Kunjungan ini merupakan agenda yang telah lama direncanakan oleh Menhaj sebagai bentuk komitmen pascatransformasi dari Badan Penyelenggara Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Menhaj memuji semangat toleransi dan gotong royong masyarakat serta jajaran aparatur di Papua Barat Daya yang dinilai menjadi modal penting dalam pelayanan jemaah.

Kegiatan evaluasi ini turut dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Fokus pada Perbaikan Layanan

Dalam sesi dialog, Menhaj menampung berbagai aspirasi dari jajaran daerah, mulai dari penataan SDM, kebijakan tunjangan kinerja, hingga penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Menhaj menegaskan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Menhaj mengajak seluruh jajaran di daerah untuk tidak ragu menyampaikan kendala atau masalah yang dihadapi di lapangan. Baginya, keterbukaan adalah kunci utama dalam penyempurnaan kebijakan.

"Jangan takut menyampaikan masalah, karena setiap masukan adalah bahan untuk memperbaiki pelayanan kepada jemaah. Yang sudah baik kita pertahankan, sedangkan yang masih kurang kita sempurnakan bersama," pungkasnya.

Menhaj berharap sinergi yang terbangun dapat mewujudkan pelayanan haji yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, demi memastikan kenyamanan dan kemudahan bagi seluruh jemaah haji Indonesia di musim-musim mendatang.(*)

Hide Ads Show Ads